Aduh! Aplikasi Penyedia Bitcoin Diretas (Lagi), Aset Rp 173 M Raib

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 15:45 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Pencurian uang kripto kembali dilakukan oleh peretas alias hacker. Kali ini yang menjadi korban adalah aplikasi pNetwork, di mana 277 token Bitcoin (BTC) dicuri atau setara Rp 173,12 miliar dengan estimasi per kepingnya Rp 625 juta.

"Penyerang dapat memanfaatkan kelemahan kode program di pNetwork dan mencuri 277 BTC," bunyi pengumuman pNetwork di akun Twitter-nya, dikutip Selasa (21/9/2021).

Saat ini pNetwork mengklaim token lainnya sudah aman dan dalam kendali. Pada hari yang sama pihaknya menawarkan imbalan sebesar US$ 1,5 juta kepada peretas jika mengembalikan semua token curian tersebut.

"Kepada peretas, kami menawarkan hadiah sebesar US$ 1,5 juta, jika semua token yang dicuri dikembalikan," ucapnya.

Hingga kini, pNetwork belum memberi keterangan lanjutan terkait kasus ini. "Kami mohon maaf atas apa yang terjadi & kami menghargai dukungan yang kami terima sejauh ini. Harap bersabar bersama kami selama masa sulit ini. Kita semua akan kembali lebih kuat," imbuhnya.

Proyek pNetwork berjalan di blockchain Binance Smart Contract (BSC) dengan memudahkan transaksi antar blockchain yang berbeda dengan menerbitkan token untuk token ataupun koin lain, khususnya blockchain yang mendukung Ethereum Virtual Machine (EVM).

Dalam hal ini, pNetwork menerbitkan token pBTC yang nilainya 1 banding 1 dengan nilai BTC milik pengguna di aplikasi DeFi pNetwork.

pNetwork melakukan hal yang hampir sama dengan token wBTC alias wrapped BTC di jaringan blockchain Ethereum yang juga diperkuat dengan kode khusus oleh Chainlink (LINK).

(aid/ara)