Cerita Mahasiswa Cuan Besar dari Kripto, Lunasi Utang Ortu Rp 700 Juta

Enggran Eko Budianto - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 15:16 WIB
Kripto Adalah Haram Sebagai Mata Uang, Ini Hasil Forum Ijtima Ulama MUI
Foto: Dok. Pribadi Ryo Eki Pranata

Ketiban rezeki Rp 500 juta tak lantas membuat Ryo kalap untuk memenuhi gaya hidup. Pemuda asal Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto ini menggunakan semua uang itu untuk berdagang mata uang kripto.

"Setelah itu saya putar lagi, uang Rp 500 juta tidak saya kurangi sama sekali, saya belikan kripto koin lainnya," kata Ryo kepada detikfinance, Rabu (22/12/2021).

Ia menjelaskan, trading mata uang kripto yang sampai saat ini ia tekuni menggunakan teknik scalping atau swing trader. Yakni membeli mata uang digital, lalu segera menjual kembali saat harganya naik sehingga mendapatkan keuntungan cepat.

Selain itu, Mahasiswa semester 5 program studi D3 Bisnis Digital Universitas Brawijaya, Malang ini juga membuka jasa pembuatan website sebagai platform mata uang digital baru.

"Alhamdulillah sampai sekarang sudah hasil banyak, sekarang sekitar Rp 5 miliar," ungkap Ryo.

Profit dari bisnis yang ia tekuni itu membuatnya mampu membeli rumah sendiri dan memperbaiki rumah orang tuanya. Anak bungsu dari dua bersaudara pasangan M Umar (53) dan Sumi Astutik (46) juga mampu membeli 2 mobil dan membiayai kuliahnya sendiri.

Ke depan, Ryo ingin menamatkan kuliahnya dan melanjutkan ke strata satu. Lulusan SMAN 1 Puri, Mojokerto tahun 2019 ini juga ingin mempunyai bisnis di luar trading mata uang kripto.

"Di kripto kita kan tidak tahu kondisi pasar bagaimana, kalau pasar lagi buruk, saya tidak punya pegangan kalau tidak punya bisnis riil. Target saya punya bisnis riil tahun depan," tandasnya.

Karena saran temannya, Ryo membeli koin Shiba Inu di platform perdagangan mata uang digital Hotbit pada Februari 2021. Saat itu, ia membeli sekitar 2 miliar koin Shiba Inu hanya seharga Rp 500.000.

Ryo sempat lupa pernah membeli mata uang kripto. Ia diingatkan temannya karena harga koin Shiba Inu naik ribuan kali lipat. Benar saja, ia menjual 2 miliar mata uang digital itu sehingga meraup Rp 500 juta pada Mei 2021


(hns/hns)