Nah Lho! Anggota DPR Duga Ada Setoran dari Robot Trading ke Bappebti

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 18:45 WIB
Logo Bappebti
Foto: Dok. Bappebti
Jakarta -

Salah satu anggota Komisi VI DPR RI menduga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerima setoran setiap bulan dari salah satu robot trading. Uang itu diterima oleh oknum yang ada dalam lembaga di bawah naungan Kementerian Perdagangan tersebut.

Hal itu diungkap oleh Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Mufti Anam. Dia meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk menyelidiki siapa orang tersebut.

"Kan kita nggak mungkin dengarkan dari rakyat terus, maka saya ajak ketemu kuasa hukum dari robot trading ini. Setelah saya ajak ketemu mereka cerita sama kita, mereka setiap bulan itu setor dan duitnya nggak kecil yang disetor (ke Bappebti)," katanya dalam rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan, Selasa (7/6/2022) kemarin.

Tak hanya itu, Mufti juga menyebut bahwa Ketua Bappebti sebelumnya turut terlibat dalam investasi robot trading. Dia berharap agar cara kerja Bappebti diubah karena di dalamnya banyak oknum yang 'bermain-main'.

"Kepala Bappebti yang lama itu ikut juga di robot trading. Yang ngasih saya data bukan orang biasa jadi artinya insya Allah validasinya bisa dipertanggungjawabkan. Artinya dia ikut-ikut juga dalam urusan robot trading ini, dia investasi di salah satu robot trading yang saya tidak bisa sebutkan," bebernya.

Tak dijelaskan siapa yang dimaksud, tetapi Kepala Bappebti yang terakhir adalah Indrasari Wisnu Wardhana yang saat ini ditetapkan jadi tersangka kasus ekspor minyak sawit mentah (CPO). Saat itu dia juga menjadi Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Mufti menilai Bappebti gagap terhadap teknologi informasi dan perubahan jaman hingga kemudian dimanfaatkan oleh robot trading untuk menipu masyarakat. Dia pun meminta agar Mendag merekrut orang-orang kompeten di Bappebti.

"Ketika Bappebti gagap terhadap teknologi, maka ada ruang bagi mereka yang niatnya merampok melalui aplikasi robot trading yang sebenarnya itu sah-sah saja, bagus saja, di luar negeri itu banyak dilakukan robot trading. Tapi karena di sini ada kekosongan ruang terhadap itu, sehingga mereka menggunakan bagaimana menipu rakyat terhadap ini," ujarnya.

Mendag diharapkan bisa menyelesaikan kasus investasi bodong dan uang masyarakat bisa kembali. "Minimal kembalikan saja seperti ada opsi bagi mereka yang belum menikmati penghasilan itu diprioritaskan karena ini banyak sekali orang-orang bawah, pedagang," tandasnya.

Tanggapan Mendag

Sementara di kesempatan yang sama, Mendag Muhammad Lutfi mengatakan telah meminta Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko untuk merekam kinerja Bappebti selama ini. Didid yang juga sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag diminta mengisi kekosongan jabatan tersebut sementara.

Jika sampai ada oknum dari dalam yang kebijakannya jadi terpecah karena ada kegiatan yang melanggar hukum, Lutfi meminta dilakukan audit dan ditindak secara hukum.

"Saya meminta Pak Irjen untuk memimpin sementara Bappebti karena kekosongan ini adalah untuk me-record, saya minta tolong sama Pak Irjen kalau sampai ada orang-orang oknum dalam yang kebijakannya menjadi terpecah karena ada kegiatan yang melanggar hukum, saya minta Pak Irjen untuk segera diaudit dan ditindak sesuai dengan hukum," tuturnya.

"Saya tidak mau itu menjadi celah kita karena kita berurusan dengan orang banyak," tambahnya.

detikcom telah mencoba menghubungi pihak Bappebti, namun hingga berita ini di turunkan belum mendapatkan respons.



Simak Video "Sebelum Rugi! Withdraw Investasi di Robot Trading Abal-Abal"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)