Ini Beda Bitcoin dan USD Coin yang Perlu Kamu Tahu!

Nada Zeitalini Arani - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 12:43 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Saat berinvestasi aset kripto, banyak orang memilih Bitcoin dan Ethereum. Namun saat ini ada jenis aset digital yang disebut USD Coin atau USDC juga tak kalah diminatinya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Forbes pada Juni 2022, Bitcoin menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar, yaitu di angka US$ 219 miliar. Sedangkan, USD Coin ada di urutan keempat, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 54 miliar. Ketersediaan Bitcoin memang dibatasi hanya sebanyak 21 juta, sedangkan USDC tidak dibatasi jumlahnya.

Saat ini, ada sekitar 19 juta Bitcoin yang diperedarkan, dengan 1 Bitcoin diperjualbelikan di kisaran Rp 440 juta. Sementara untuk jumlah USDC yang beredar adalah 53,6 miliar dengan 1 USDC di kisaran Rp 14.000.

Lantas selain perbedaan jumlah yang diedarkan dan nilai persatuannya, berikut perbedaan antara Bitcoin dan USD Coin yang perlu diketahui berdasarkan Luno Indonesia!

1. Antara Stablecoin dan Koin Terbesar

Jika diperhatikan secara detail, pergerakan nilai USD Coin dengan US Dollar (USD) kurang lebih sama. Ini karena, nilai USDC disesuaikan dengan USD untuk menjaga kestabilan harganya. USDC adalah aset kripto yang nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan kripto pada umumnya. USDC dikembangkan untuk membantu USD masuk ke ranah blockchain. Tujuannya untuk mempermudah penggunaan smart contract, dan meningkatkan adopsi kripto karena memberikan nilai yang lebih aman dan stabil.

Sementara itu, Bitcoin dibuat untuk jadi aset digital yang tidak terpusat dan dapat digunakan sebagai alat tukar dalam bentuk digital. Seiring waktu, fungsi Bitcoin kini berkembang jadi instrumen atau aset investasi, seperti halnya emas, namun dalam bentuk digital.

2. USD Coin Merupakan Koin yang Terpusat dan Tak Terpusat

Bitcoin dihasilkan lewat mining atau ditambang oleh pengguna kripto di dalam jaringan blockchain. Dalam proses tersebut miner atau penambang akan mendapatkan Bitcoin setelah berhasil menyelesaikan perhitungan matematika. Perhitungan tersebut merupakan proses verifikasi atas transaksi yang terjadi di dalam jaringan blockchain Bitcoin.

Berbeda dengan USD Coin yang dirilis oleh CENTRE yaitu sebuah organisasi yang didirikan oleh platform crypto exchange Coinbase, dan perusahaan fintech Circle. Jika dibandingkan perbedaannya, USDC bersifat lebih terpusat karena dikeluarkan oleh satu institusi.

USDC dirilis mengikuti regulasi transfer dana di Amerika Serikat. Dalam prosesnya, USDC melibatkan mitra dan auditor dari bank terpercaya untuk memberikan laporan keuangan dan operasional yang transparan. Anda bisa mendapatkan token USDC dengan membeli dari issuer atau pihak yang merilis USDC.

Mata uang dolar yang dikirim ke issuer ditukar dengan USDC dengan jumlah sesuai dolar yang dikeluarkan. Setelah itu, USDC yang kini dimiliki oleh pembeli bisa digunakan untuk melakukan transaksi digital. Dengan begitu, jumlah USDC dan mata uang dolar akan selalu seimbang, sehingga dapat menjaga kestabilan harga USDC.

Mana yang Cocok Dijadikan Investasi?

Itulah beberapa perbedaan antara Bitcoin dan USD Coin yang perlu Anda ketahui. Lantas manakah yang lebih menarik atau cocok dijadikan pilihan investasi? Apakah Anda tertarik untuk memilih salah satu, atau bahkan keduanya? Apapun pilihan Anda, harap selalu lakukan riset yang matang dan mendalam, agar Anda bisa mengambil keputusan investasi dengan bijak.

Untuk investasi USD Coin maupun Bitcoin, Anda bisa mendapatkannya di platform crypto exchange yang legal, terpercaya, dan sudah terjamin keamanannya. Salah satunya adalah Luno Indonesia.

Luno Indonesia, yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan aset kripto secara instan tanpa biaya tersembunyi dengan biaya rendah, yaitu sebesar 1,1%. Anda juga bisa membeli Bitcoin dengan modal yang sedikit, hanya dengan Rp25.000 saja.

Disclaimer:

Artikel ini bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi dan hanya sebagai media informasi. Pastikan untuk melakukan riset yang mendalam dan pahami risiko dalam investasi kripto.



Simak Video "Walau Alami Penurunan, Developer yakin Harga Kripto Akan Tetap Bullish"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)