ADVERTISEMENT

Sejumlah Pertanda Krisis Kripto Kian Nyata

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2022 19:00 WIB
AS Sita $3.6 Miliar Mata Uang Kripto Terkait Peretasan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Industri kripto sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, tanda-tanda kehadiran krisis kripto mulai tampak.

Tanda itu antara lain ialah bangkrutnya salah satu bursa kripto terbesar di dunia FTX. Bangkrutnya bursa kripto bermarkas di Bahama ini membuat kekayaan pemiliknya Sam Bankman-Fried seketika menguap.

Bangkrutnya bursa FTX diprediksi akan memberikan dampak lanjutan. Bitcoin diramal akan anjlok.

Dikutip dari CNN, Selasa (15/11/2022), analis JP Morgan memperkirakan bitcoin akan turun sampai 25% dalam beberapa minggu mendatang. Hal itu sebagian karena dampak dari jatuhnya FTX yang menekan kripto.

Namun, ada penyebab lain yang membuat nilai kripto tertekan. Hal itu karena Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

Kemudian, Bank Sentral menyusutkan neracanya sejak Juni dengan mengeluarkan uang dari pasar keuangan untuk mendinginkan pasar. Langkah ini diambil untuk melawan inflasi. Kondisi ini berarti modal mengering, dan itu tidak hanya buruk untuk kripto tapi juga aset lainnya seperti saham.

Analis JP Morgan mengatakan kebijakan Fed akan menimbulkan hambatan besar pada ketersediaan uang tunai untuk investasi hingga tahun depan. "Secara keseluruhan, perlambatan pertumbuhan uang global tampaknya akan berlanjut di tahun mendatang, dengan beberapa kemungkinan kontraksi di AS," tulis ahli strategi JPMorgan Nikolaos Panigirtzoglou dalam sebuah catatan.

Dikutip dari data Coin Market Cap, harga bitcoin turun sangat dalam. Bitcoin menembus rekor pada 10 November 2021 lalu. Saat itu, nilai bitcoin mencapai US$ 68.789,63 atau sekitar Rp 1,06 miliar (asumsi kurs Rp 15.500).

Dengan harga itu, bisa dikatakan dengan memiliki 1 bitcoin Anda bisa membeli mobil sekelas Mitsubishi New Pajero Sport Dakar Ultimate 4x4 yang dibanderol di toko online Rp 720 jutaan. Begitu juga dengan Toyota New Fortuner VRZ 4x4 DSL GR Sport 2.8 yang dibanderol Rp 715 jutaan. Bahkan, jika bitcoin dicairkan saat itu masih ada sisa Rp 200 jutaan lebih.

Namun siapa sangka, dalam waktu setahun nilai bitcoin turun tajam. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi, penurunan bitcoin mencapai 75,63%.

Bitcoin kini dibanderol dengan harga US$ 16.720,83 atau sekitar Rp 259,16 juta dengan asumsi kurs yang sama. Dengan begitu, terasa sekali penurunan harga bitcoin ini.

Jika dulu bisa digunakan untuk membeli mobil sekelas, New Pajero atau New Fortuner kini sudah tak bisa. Namun, 1 bitcoin saat ini masih bisa digunakan untuk membeli mobil dengan kelas jauh di bawahnya.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT