Picture Story

Balada Petani Garam di Indonesia

ANTARA FOTO/Saiful Bahri - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 13:22 WIB

Pamekasan - Permasalahan umum yang dihadapi petani garam yaitu rendahnya kualitas garam rakyat. Kemenko Marves pun berupaya mendorong peningkatan kualitas garam nasional.

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya dan mendorong pembangunan lumbung garam nasional dengan penekanan pada peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam rakyat.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Upaya itu pada ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan para petani garam di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal menjadi sentra produksi garam di Tanah Air.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Pemerintah kemudian meluncurkan program Sentra Garam Rakyat (SEGAR). Pembangunan lumbung garam nasional berbasis sentra garam rakyat itu sejatinya merupakan implementasi dari Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Perpres ini menyatakan Kebijakan Kelautan Indonesia berfungsi sebagai pedoman bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi pembangunan sektor kelautan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Fungsi lain dari Perpres itu sebagai acuan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam ikut serta melaksanakan pembangunan sektor kelautan.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Sentra garam rakyat adalah kawasan produksi garam berbasis masyarakat. Kawasan produksi garam berbasis masyarakat itu setidaknya terdapat di sembilan provinsi yang masyarakatnya secara turun temurun menekuni usaha pertanian garam yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Menurut Kemenko Marves, SEGAR sebagai aksi lanjut pilar ke-4, yakni Ekonomi dan Infrastruktur Kelautan pada kebijakan Ekonomi Kelautan Peningkatan Kesejahteraan yang dilakukan melalui program pembangunan kawasan ekonomi kelautan secara terpadu.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Pembangunan itu berdasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi biru di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, pulau-pulau terluar dan perairan laut Indonesia secara realistis, serta pada kebijakan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan prasarana dan sarana.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Untuk itu, pemerintah berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas para petani garam dan menyediakan kemudahan akses petani garam terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, lahan dan pembiayaan untuk kepentingan pengembangan usaha. Kemenko Marves menegaskan bahwa pengembangan program ini sedang dirancang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk periode 2020-2024.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

SEGAR adalah sebuah konsep pengembangan kawasan usaha garam dari hulu ke hilir dan bersifat multi-level, yakni dari level desa, kabupaten, provinsi hingga tingkat pusat yang pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi garam rakyat, menguatkan tata kelola dan kelembagaan masyarakat serta mengembangkan pasar dan nilai tambah garam rakyat yang mencakup pengelolaan lahan (on-farm) dan pascapanen non-lahan (off-farm) dan berbasis pada kemitraan.  

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Sementara itu Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas dengan topik "Percepatan Penyerapan Garam Rakyat" melalui "video conference" dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju, menyebut masalah garam rakyat sudah diketahui masalahnya tapi tidak pernah dicari jalan keluarnya.   

Petani garam di Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

Presiden Jokowi mengatakan permasalahan utama yang dihadapi dalam penyerapan garam rakyat, yaitu rendahnya kualitas garam rakyat sehingga tidak memenuhi standar kebutuhan industri. Hal ini yang dikatakan Jokowi harus dicarikan jalan keluarnya.  

Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia
Balada Petani Garam di Indonesia