Follow detikFinance
Jumat 17 Feb 2017, 22:45 WIB

Menperin Usul Industri Bantu Kembangkan SMK Dapat Insentif Pajak

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menperin Usul Industri Bantu Kembangkan SMK Dapat Insentif Pajak Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta -

Guna meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia, pemerintah tengah mengembangkan program pendidikan vokasi atau pelatihan kerja. Program ini juga melibatkan kalangan industri.

Agar semakin banyak industri yang terlibat dalam program ini, Menteri Perindusrian, Airlangga Hartarto, akan mengusulkan insentif pajak ke Kementerian Keuangan. Insentif diberikan ke industri yang membantu pemerintah dalam mengembangkan kualitas tenaga kerja, seperti memberikan fasilitas pembinaan untuk siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

"Industri yang menjalankan (kebijakan) ini kan perlu diberikan fasilitas. Salah satu yang diusulkan bisa berupa tax allowance," kata Airlangga usai Rapat Koordinasi pelatihan vokasional, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Dengan adanya insentif tersebut, diharapkan akan semakin banyak perusahaan yang terlibat. Dengan begitu, akan semakin banyak tenaga kerja yang terlibat dalam pendidikan melalui perusahaan ini.

Baca juga: Ini Rencana Menperin untuk SMK

Airlangga menjelaskan, pemerintah telah membuat program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri maupun SMK.

Program yang akan dimulai di Jawa Timur ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir bulan Februari. Nantinya pemerintah juga bakal memperluas program ini ke berbagai daerah potensial seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Itu kira-kira ada 50 industri dengan 260 SMK. Itu link and match baik dari segi fasilitas yang bisa dipakai maupun kurikulum. Juga tentu nanti akan dikembangkan juga dengan Kementerian-Kementerian lain," tutur Airlangga.

"Nanti di Jawa Timur kita mulai 50 tapi kan yang ikut pelatihan dengan Apindo itu sudah lebih dari 2.000. Tapi dari training. Sekarang kita dorong lagi tak hanya vokasional training tapi juga school-nya," terang Airlangga.

Bagi para peserta yang mengikuti program ini, nantinya juga bakal memperoleh sertifikat seperti di luar negeri.

"Dapat sertifikat. Karena ini di Jerman bagian dari industri. Karena selama 4 tahun itu mahasiswa atau student itu kan menghasilkan produk. Jadi selama 4 tahun mereka telah menjadi bagian dari industri ini. Itu dilakukan di Jerman, Austria, dan Swiss," ungkapnya.

Baca juga: Uni Eropa Ingin Bantu Siswa SMK RI Mudah Cari Kerja

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, menambahkan, pemerintah akan berfokus mencocokkan kebutuhan industri dengan sumber daya manusia yang ada, dalam menghadapi persaingan global.

"Salah satu kunci di situ adalah soal bagaimana input pengembangan SDM, baik melalui pendidikan formal maupun melalui pelatihan kerja, itu semua bisa demand driven, jadi semua bisa berorientasi kepada kebutuhan pasar kerja," kata dia.

(hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed