Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 13:35 WIB

Google dan Nintendo Pindah Pabrik Keluar China Imbas Perang Dagang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Perang dagang Amerika Serikat (AS) - China semakin memanas. Sebab itu, beberapa perusahaan AS di China mengalami imbasnya, mulai dari pajak produksi, bea cukai, dan sebagainya dinaikkan oleh pemerintah China. Menghadapi hal tersebut, perusahaan raksasa seperti Google dan Ninteno berencana memindahkan pabriknya dari China.

Pabrik google sudah lama berdiri di Taiwan. Sejumlah produksi perangkat keras Google, seperti pembuatan motherboard telah dipindahkan seluruh produksinya dari AS ke Taiwan. Dilansir dari CNBC.com, Minggu (16/6/2019), Google juga telah berinvestasi untuk inovasi teknologi di Taiwan, seperti memperluas pusat pengembangannya, memperbanyak tim risetnya di New Taipei City, dan juga memberikan pelatihan untuk inovasi teknologi kecerdasan buatan serta pemasarannya ke siswa lokal.

Namun, hal tersebut dapat dihentikan karena produksi perangkat keras Google yang diproduksi di negara tersebut rencananya akan dipindahkan demi menghindari tarif produksi yang 'dimahalkan'.


Selain Google, perusahaan pembuat video game asal Jepang yakni Nintendo juga dikabarkan akan memindahkan pabriknya dari China. Bahkan, Nintendo dikabarkan telah memindahkan produksi konsol video game-nya ke Asia Tenggara. Hal tersebut dilakukan karena konsol video-game merupakan bisnis dengan margin yang rendah dan sangat beresiko terhadap perubahan tarif produksi. Selain itu, Nintendo juga merupakan perusahaan yang mengandalkan bisnis produksi konsol video-gamenya.

Seorang juru bicara Nintendo tidak mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa perusahaan tersebut akan memindahkan pabriknya dari China

"Sebagian besar komponen untuk konsol Nintendo Switch diproduksi di China. Untuk menekan harga produk kami agar tetap murah untuk konsumen, jarak pengiriman logistik dengan tempat produk kita diproduksi menjadi sangat penting," kata juru bicara Nintendo yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Namun, Nintendo sendiri akan tetap mengikuti tarif dan selalu mengeksplorasi pilihan atau langkah lain demi menekan harga produknya.

Walaupun ada beberapa cadangan lokasi pabrik lain, namun China tetap saja menjadi pusat produksi yang sangat penting. Karena, pemasok bahan, infrastruktur, konektivitas dan jaringan listrik di China tetap lebih baik dibandingkan negara-negara lain dalam hal produksi.

"China tetap menjadi 'paket total' manufaktur. Efisiensi manufaktur di China memiliki kelebihan di antaranya pada berapa banyak pemasok yang berlokasi di dekatnya, seperti apa kualitas jalan dan pelabuhan dan infrastruktur, kualitas dan kapasitas listrik," " kata profesor Sekolah Bisnis Stern Universitas New York Joseph Foudy.


Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara G20 pada akhir bulan ini. Trump telah mengancam untuk meningkatkan tarif pada US$ 300 miliar ekspor China lainnya, apabila Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan tersebut. Jika negosiasi tidak berakhir dengan baik, perusahaan AS di China mungkin akan lebih serius mempertimbangkan untuk memindahkan produksi dari China. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed