Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Sep 2019 12:30 WIB

Cegah Kebakaran Hutan Bisa Libatkan Warga Pakai Koperasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta - Peristiwa kebakaran hutan yang diikuti bencana kabut asap terus berulang nyaris setiap tahun di Indonesia. Penanganan ketika terjadi kebakaran hutan saja tak cukup. Butuh upaya pencegahan.

Ketua Komtap Kadin Indonesia, Adri Istambul L Gayo mengatakan, pencegahan kebakaran hutan yang kerap berulang bisa diatasi dengan memberikan kemanfaatan ekonomi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Kita harus bisa memberikan yang namanya manfaat keekonomian kepada masyarakat yang ada di sekitarnya. Masyarakat kan menjadi 'pagar' dengan adanya nilai keekonomian," kata dia kepada detikcom, Jumat (20/9/2019).


Nilai keekonomian yang dimaksud, lanjut dia, bisa diberikan ke masyarakat lewat pemberian hak pengelolaan lahan hutan sebagai kawasan produktif.

Banyak skema yang bisa ditempuh, salah satunya memanfaatkan program pemerintah yang saat ini sudah berjalan. Yakni program redistribusi aset dari lahan hutan ke lahan perkebunan atau pertanian yang diberikan kepada masyarakat.

Namun, sambung dia, tentu tak bisa setra merta hak pengelolaan itu diserahkan. Masyarakat tetap perlu mendapat pendampingan dari negara.

Pendampingan tersebut diperlukan agar lahan yang telah mereka terima dari program redistribusi aset tadi dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar. Salah satu instrumen pendampingan yang bisa dilakukan pemerintah adalah lewat koperasi.

"Dimana dengan membuat kemanfaatan ekonomi secara kolektif dengan membuat satu entitas usaha seperti koperasi pertanian," sebutnya.

Selain sebagai instrumen pendampingan terhadap masyarakat, koperasi juga bisa dijadikan wadah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yang terlibat.


Salah satunya adalah pendidikan pengelolaan dan pemanfaatan lahan. Selama ini, banyak masyarakat mengambil jalan pintas pembukaan lahan hutan sebagai lahan pertanian dengan cara pembakaran.

Dengan adanya pelatihan berkala lewat wadah koperasi, kata Adri, masyarakat bisa diperkenalkan dengan mekanisasi pertanian termasuk mekanisasi pembukaan lahan.

"Dengan berkoperasi masyarakat akan dapat pendidikan. Bagaimana cara menanam, dan juga koperasinya bisa melakukan mekanika yang modern. Jadi tidak usah bakar hutan. Bagaimana ada penebangan, mekanika yang modern lah," tegasnya.

"Ini tantangan pemerintahan Pak Jokowi ke depan lewat menteri koperasinya," tandas dia.

Simak Video "Status Darurat Pencemaran Udara di Riau Resmi Dicabut"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com