Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Nov 2019 13:18 WIB

Duniatex Biang Kerok Kredit Bermasalah Industri Perbankan

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi Uang. Foto: grandyos zafna Ilustrasi Uang. Foto: grandyos zafna
Jakarta - Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan mengalami kenaikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPL gross pada Oktober 2019 di level 2,73%, naik dari bulan sebelumnya 2,66%.

Kenaikan NPL tersebut lebih banyak disumbang dari kredit untuk industri pengolahan. Melonjaknya kredit bermasalah industri pengolahan itu bersumber dari permasalahan kredit Duniatex.

"(NPL) ada yang nol, ada yang naik industri pengolahan. Industri pengolahan dampak dari Duniatex ada pengolahan juga, bukan tekstil hilir tapi hulu," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo di kompleks Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Edy menerangkan, NPL di sektor industri pengolahan hingga Oktober 2019 berada di posisi 4,12%. Angka itu naik dari posisi Desember 2018 2,52%. Total kredit industri pengolahan di Oktober 2019 mencapai Rp 874 triliun.

Selain sektor industri pengolahan, industri perdagangan juga turut menyumbang NPL perbankan. NPL sektor ini pada Oktober 2019 di posisi 3,92% naik dari posisi Desember 2018 3,57%.


Edy menambahkan untuk permasalahan kredit macet Duniatex sendiri saat ini tengah dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Prosesnya saat ini tengah menghitung jumlah keseluruhan Duniatex beserta utang pribadi pemiliknya.

"Jadi kita harus tunggu, ada utang-utang dari lembaga korporasinya, ada utang dari pribadi pemilik juga. Sehingga harus dikumpulkan dalam daftar utang. Nanti baru diputuskan PKPU utangnya berapa," tambahnya.

Sementara menurut catatan OJK total utang Duniatex secara grup mencapai Rp 22 triliun. Utang itu berasal dari kreditur bank maupun non bank.

"Nanti masuk PKPU-nya itu baru persis tahu berapa utangnya. Karena mereka melakukan pendaftaran, semua kreditur diundang," ujarnya.

OJK berharap permasalahan utang Duniatex bisa berakhir dalam proses restrukturisasi. Sebab Duniatex memiliki karyawan sekitar 50 ribu orang yang akan berdampak cukup besar.



Simak Video "1.230 Fintech Ilegal Dibekukan Selama Tahun 2018-2019"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com