Pasokan Bahan Baku Elektronik ke RI Seret Gara-gara Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 17:26 WIB
Pengunjung melihat-lihat barang eletroknik di Electronic City kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (3/2/2016). Gabungan Pengusaha Elektronik menargetkan penjualam barang-barang elektronik tahun 2016 naik 15 persen atau Rp 43 triliun dan bisa melebihi target pada tahun lalu yang nilainya sekitar Rp 36,8 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Virus corona berdampak kepada pasokan barang elektronik ke Indonesia. Impor bahan baku elektronik paling besar China.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan virus corona membuat pasokan bahan baku produk elektronik ke Indonesia seret.

"Kalau kita lihat kan impor kita 26% dari China dan top three bahan baku untuk elektronik, laptop dan layar datar itu paling besar. (Dampak corona) terus terang di sektor elektronik (sudah terasa langka)," kata Rosan dalam Business Law Forum 2020 di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Sejak merebaknya virus corona, pengiriman produk elektronik pun menjadi terhambat. Mengingat sebanyak 50% di antaranya produk tersebut merupakan produksi Wuhan.


"Dari impor, barang elektronik karena ternyata kalau kita lihat lagi dari total impor China, hampir 50% dari Wuhan. Jadi itu juga yang memang harus diantisipasi," sebutnya.

Untuk itu, Rosan menilai pemerintah perlu memberikan relaksasi melalui kemudahan perizinan maupun pemberian insentif fiskal kepada industri. Dengan fasilitas ini, diharapkan dunia usaha dalam negeri yang selama ini bergantung pada bahan baku dari China dapat mencari negara lain sebagai substitusi.

"Kemudahan-kemudahan perizinan dan juga apakah dari sisi fiskal insentif. Itu kita minta untuk berikan relaksasinya," ucapnya.



Simak Video "WNI Positif Corona di LN Jadi 1.355, Terbaru Kuwait-Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)