Pengusaha Farmasi hingga Tekstil Lapor Dampak Corona ke DPR

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 11:25 WIB
Produk tekstil impor dari China makin deras masuk ke Indonesia. Para pengusaha industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Jabar pun mengeluh karena terancam bangkrut.
Foto: Rico Bagus
Jakarta -

Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDP) dengan pengusaha farmasi, tekstil, dan pengusaha makanan-minuman. Rapat virtual tersebut diikuti oleh ketua asosiasi masing-masing sektor industri tersebut.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih dibuka sekitar pukul 11.00 WIB. Saat membuka rapat, dia menjelaskan Komisi VI ingin mengetahui dampak pandemi virus Corona (COVID-19) terhadap pelaku industri khususnya di tiga sektor tersebut.

"Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh sektor di Indonesia. COVID-19 merupakan isu kesehatan yang sudah menjadi isu sosial dan mempunyai pada sektor industri," kata dia Senin (27/4/2020).

Hadir dalam rapat virtual tersebut, Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Vincent Harjanto, dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja.

Hadir pula Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisonal Indonesia Dwi Ranny Pertiwi, dan Ketua Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman.

"Teman-teman asosiasi, agenda rapat pada hari ini adalah pembahasan kondisi aktual terkait dampak COVID-19," tambahnya.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)