Smartphone Tak Laku saat Corona, Penjualan Anjlok 60%

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 10:30 WIB
Ilustrasi pengguna smartphone
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Penjualan ponsel pintar alias smartphone anjlok gara-gara pandemi COVID-19. Saking tak lakunya, penjualan perangkat telekomunikasi tersebut turun hingga 60% pada bulan lalu.

Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) Ali Subroto menjelaskan bahwa penjualan ponsel pintar pada Januari-Februari masih normal. Memasuki Maret mulai turun 20%. Pada April semakin parah jatuhnya.

"April itu sudah diprediksi akan drop lebih banyak tetapi ternyata drop-nya parah, 60% drop-nya karena PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Aprilnya saja drop-nya 60%," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2020).

Pihaknya belum bisa memprediksi bagaimana penjualan pada bulan ini. Namun kemungkinan belum membaik karena merebaknya virus Corona tak dapat ditebak.

Namun dia menjelaskan sepanjang tahun ini kemungkinan penjualan smartphone akan anjlok sekitar 20-25% imbas COVID-19. Padahal sebelumnya pihaknya hanya memproyeksikan penurunan penjualan sekitar 15%.

"Kalau sebelumnya kan kita proyeksi 15% drop-nya. Tapi dengan posisi sekarang kira-kira pasti drop-nya bisa 20% sampai 25% tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu," jelasnya.

Proyeksi tersebut pun dengan catatan jika Corona mulai mereda pada Juni nanti. Artinya kegiatan bisnis sudah bisa berjalan dengan baik.

"Nah proyeksi sampai akhir tahun kita nggak bisa hitung. Tapi perkiraan kalau COVID-19 itu katakan sudah berhenti, di Juni mulai membaik, saya perkirakan mungkin bisa 20% sampai 25% drop-nya tahun ini, 2020 ini," tambah dia.



Simak Video "Realme Duduki Top 5 Pasar Ponsel Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)