Bahas Vaksin Corona, Menlu dan Erick Thohir Terbang ke China

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 20:45 WIB
Menlu Retno Marsudi memimpin acara jalan santai Diplomatic Walk di kawasan GBK, Senayan, Jakarta. Jalan santai itu rangka menyambut Asian Games 2018.
Foto: Rifkianto Nugroho: Menlu Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi terbang ke China untuk mengadakan pertemuan bilateral. Hal itu diungkapkan oleh Retno melalui akun Twitter-nya @Menlu_RI.

Retno mengatakan, ia dan Erick bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wan Yi di Kota Sanya, Provinsi Hainan, China.

"Minister of Indonesian State-Owned Enterprises @erickthohir and I arrived in Sanya for bilateral talks with State Councillor/Foreign Minister of China, Wang Yi (19/08)," tulis Retno, Rabu (19/8/2020) pada pukul 19.27 WIB.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, pertemuan bilateral tersebut dalam rangka membahas kerja sama dengan China terkait produksi vaksin virus Corona (COVID-19).

"Menlu dan Menteri BUMN diutus oleh Presiden RI guna membahas penguatan kerja sama vaksin dan kerja sama ekonomi lainnya," ungkap Teuku kepada detikcom.

Selain itu, pertemuan ini juga merupakan tindaklanjut pertemuan virtual yang dilakukan kedua negara pada bulan Juli lalu.

"Kunjungan Menlu RI ke Sanya, China dilakukan dalam rangka memenuhi undangan State Councillor/Menlu China, sebagai tindak lanjut pertemuan bilateral virtual di akhir bulan Juli lalu," tutur Faizasyah.

Sebelumnya, beredar kabar Erick melakukan lobi ke perusahaan farmasi Sinovac di China untuk memastikan suplai bahan pembuatan vaksin di dalam negeri.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan saat ini Indonesia memang belum memiliki bahan aktif untuk pembuatan vaksin virus Corona. Lalu benarkah Erick sampai melobi pihak China?

"Kelihatannya kan Pak Erick mau ke harga kan ya, kalau bisa murah kan gitu, suplainya terjamin gitu lho, lebih ke lobinya seperti itu, karena kan semua negara butuh lho," kata Bambang saat dihubungi detikcom, Kamis (13/8/2020).

(hns/hns)