Jokowi Buka Peluang RI Ekspor Vaksin Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 05:30 WIB
Presiden Jokowi.
Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta -

Indonesia mengantongi komitmen pasokan vaksin Corona dari luar negeri yang cukup besar. Bahkan jika berlebih, Indonesia berpeluang menjual vaksin ke negara lain alias ekspor jika vaksin merah putih sudah bisa diproduksi.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas, Senin (24/8/2020). Dia mengatakan, proyeksi sejauh ini hingga akhir 2021 Indonesia mendapatkan jatah kebutuhan vaksin dari luar negeri sekitar 290 juta.

"Pengadaan vaksin, tadi disampaikan Bu Menlu dan Pak Erick nanti diulang lagi, sampai akhir 2020 kita akan dapat berapa 20-30 juta sampai akhir tahun ini. Sampai akhir 2021 kira-kira jumlahnya 290 juta," ujarnya.

Jokowi menilai dengan pasokan itu ditambah dengan vaksin merah putih buatan asli Indonesia maka pasokan vaksin di Tanah Air akan berlebih. Saat itu terjadi, maka Indonesia bisa menjual vaksin ke negara lain.

"Jadi nanti saat vaksin merah putih kita ketemu kita bisa produksi lebih banyak dan kalau yang kita miliki berlebih ya nggak apa-apa dijual ke negara lain. Karena di Asean saja saya lihat belum ada negara yang siap dengan vaksin yang tadi saya sampaikan," tuturnya.

Komitmen pasokan vaksin itu didapat dari pihak luar seperti Sinovac. Vaksin itu tengah melalui tahap uji klinis fase 3. Sementara untuk vaksin Merah Putih dikembangkan oleh LBME Eijkman dengan metode yang berbeda.



Simak Video "Jokowi: Sekitar 180 Juta Penduduk RI Akan Disuntik Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)