Harga Garam Petani Cuma Rp 250/Kg, Luhut Janji Bisa di Atas Rp 1.000

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 15:02 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Harga garam rakyat yang diproduksi petani terus mengalami penurunan. Bahkan ada kabar harga garam di petani tambak hanya sekitar Rp 150-250 per kg.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pemerintah tengah mempersiapkan beberapa upaya untuk menjaga harga garam rakyat kembali pulih. Pertama mencegah rembesan dari masuknya garam impor.

Untuk melakukan itu, pemerintah kini memberikan izin impor kepada pelaku industri yang membutuhkan langsung bahan baku garam untuk produknya. Dengan begitu pemerintah bisa mengawasi secara ketat garam impor yang masuk dan tidak merembes ke pasar.

"Garam industri hanya diimpor oleh industri yang membutuhkannya. Sehingga nanti tidak ada lagi garam rakyat menjadi harganya seperti sekarang ini," terangnya dalam konferensi pers virtual, Senin (5/10/2020).

Selain itu pemerintah juga tengah melakukan upaya untuk mendorong kualitas dari garam rakyat. Salah satunya dengan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung untuk industri garam rakyat.

"Jadi presiden sudah perintahkan Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur jalan dan saluran air ke tempat garam. Mengenai bidang teknologi saya kira pak Bambang bisa tambahkan," ucapnya.

Dengan begitu, Luhut yakin harga garam di petani tambak bisa kembali pulih. Dia janji pemerintah akan menjaga harga garam rakyat kembali ke level di atas Rp 1.000 per kg.

"Garam rakyat itu harus kita mantain di Rp 1.000 (per kg) sehingga rakyat bisa menikmati garam ini. Mudah-mudahan bisa selesai 2021 akhir," ucapnya.

Sementara Menristek Bambang Brodjonegoro menambahkan, pemerintah akan meningkatkan kualitas garam rakyat agar bisa diserap oleh industri. Sebab selama ini garam rakyat kualitas NaCL-nya hanya 88-90%.

"Padahal kebutuhan standar garam industri di atas 97%. Karenanya untuk meningkatkan standar sekaligus harga maka harus ada upaya tingkatkan kadar NaCl tersebut," ucapnya.

Untuk meningkatkan kualitas NaCL garam rakyat perintah akan menambah washing plant di lahan-lahan petani garam. Diharapkan teknologi itu akan meningkatkan kualitas NaCL garam rakyat dari di bawah 90% menjadi 92%.

"Karena masih di bawah standar garam industri yang 97%, maka BPPT sudah mengembangkan teknologi untuk tingkatkan kualitas NaCl dalam bentuk pabrik garam atau kita sebut instalasi garam industri di mana kualitas NaCl akan naik lagi dari 92% menjadi 98%. Jadi memang jawabannya adalah harus ada konsep garam industri terintegrasi. Terintegrasi dari lahan petaninya sampai kepada pabrik pengolahan peningkatan NaCl-nya," terangnya.

(das/zlf)