ADVERTISEMENT

Bos Bio Farma Buka-bukaan Ketatnya Pengawasan Distribusi Vaksin

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 30 Jan 2021 10:15 WIB
Kemasan vaksin COVID-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.
Vaksin COVID-19/Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Barcode 3 Lapis

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, vaksin COVID-19 seharusnya dapat dikirim dengan baik. Sebab, vaksin tersebut ditandai dengan barcode.

Vaksin yang dikirim ke berbagai daerah disertai barcode. Barcode itu tertera pada vial atau kemasan vaksin, kemasan kotak kecil dan kotak besar.

"Ini ada barcodenya di masing-masing vial, jadi masing-masing ada. Lalu di dalam kotaknya ada barcodenya. Lalu juga di box besar ini, ini ada barcodenya," kata Erick dalam sebuah video seperti dikutip detikcom, Jumat (22/1/2021).

Kemudian, mobil yang mengirim pun bisa terlacak. Bahkan, sampai pelat mobilnya yang membawa vaksin COVID-19 itu pun bisa terdeteksi.

"Jadi bismillah mestinya terkirim dengan baik apalagi kalau teman-teman media lihat mobilnya kelihatan D 8868 FN, itu nomor mobilnya terdeteksi. Ini contoh dari Bandung yang ke Tangerang. Ini contoh ke Aceh, semua datanya, turunannya," sambungnya.

Video itu juga disertai teks yang menjelaskan adalah berita bohong atau hoaks yang menyebut vaksin dipasang barcode sama dengan dengan chip.

"Faktanya selain menerapkan 2D data matrix dan kemasan primer, sekunder dan tersier untuk memastikan ketelusuran (identifikasi) dan keaslian produk (otentikasi)," bunyi keterangan dalam video itu.

Bio Farma pun menerapkan teknologi IoT dengan memasang sensor suhu dan GPS pada kendaraan angkutan vaksin berpendingin, sehingga, suhu ruang penyimpanan vaksin COVID-19 dalam kendaraan dan posisi pergerakan kendaraan selama perjalanan dapat dipantau secara real time.


(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT