Intip Sumbangan Oksigen dari Pengusaha China di Kawasan Industri Morowali

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 20:30 WIB
Permintaan oksigen meningkat di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Bantuan oksigen pun diberikan oleh sejumlah pihak untuk bantu tangani pandemi di RI
Bantuan Oksigen untuk Indonesia (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Beberapa hari terakhir, permintaan oksigen meningkat seiring dengan penambahan kasus positif COVID-19. Kondisi tersebut, ternyata mendorong berbagai pihak untuk melakukan pengadaan oksigen.

Pemerintah RI khususnya Kementerian Kesehatan menerima sumbangan 500 ton oksigen dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yaitu sebuah kawasan industri yang berada di Morowali, Sulawesi Tengah. Sumbangan diberikan jalur transportasi laut tepatnya di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok.

Sekedar informasi, IMIP merupakan salah satu perusahaan hasil besutan China yang berdiri pada 2013 setelah penandatanganan MoU antara Presiden China Xi Jinping dengan pemerintah Indonesia tentang pembangunan industri hilir di Morowali.

CEO PT IMIP, Alexander Barus mengatakan, bantuan oksigen yang disalurkan tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang tengah berjuang melawan COVID-19. Pihaknya memberikan sumbangan 21 iso tank oksigen dengan kapasitas masing-masing 25,8 ton.

"Kami menyambut baik ajakan pemerintah kenapa masyarakat industri untuk tanggap terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen yang demikian besar dan berharap agar bantuan ini bisa membantu upaya penyembuhan para pasien ke depannya," kata Alexander dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut, 21 iso tank tersebut berasal dari pabrik oksigen yang dibangun untuk mendukung produksi stainless steel dengan kapasitas produksi sebanyak 3 juta ton per tahun dan carbon steel yang memiliki kapasitas produksi 3,5 juta ton per tahun.

Pada 2018 lalu, IMIP sempat mendapatkan kabar miring mengenai banyaknya tenaga kerja asing (TKA) dari China yang masuk ke Indonesia. Saat itu, IMIP memiliki 3.121 TKA dan kini total jumlah pegawai mencapai 64 ribu termasuk pemegang saham.

Perkembangan perusahaan tak lepas dari peran China, dari mulai investor, kontraktor, hingga pekerja. Pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x65 MW pun saat itu menggunakan mesin dari PLTU yang dibeli dari China dengan dalih harga yang lebih murah. Total investasinya saat itu mencapai US$ 637 juta.

Ketika pembangunan smelter SMI berhasil, bahyak investor China yang tertarik untuk masuk ke kawasan itu. Saat itu kawasan IMIP ada sebanyak 16 perusahaan, mereka terdiri dari perusahaan-perusahaan hilirisasi NPI, hingga anak perusahaan IMIP yang bergerak dalam bidang pengelolaan pelabuhan hingga jasa keamanan.

(dna/dna)