Bikin Erick Thohir Kaget, Ini Asal-usul Pabrik Produksi Oksigen 23 Ton/Hari

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 21:44 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono: Ilustrasi Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Kebutuhan oksigen di tengah pandemi COVID-19 sangat tinggi. Kondisi itu pun membuat BUMN ikut turun tangan membantu memenuhi kebutuhan oksigen tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ada pabrik PT Petrokimia Gresik yang sudah lama berhenti beroperasi dialihfungsikan untuk memproduksi oksigen.

"Ada pabrik tua Petrokimia Gresik itu yang sudah berhenti 9 tahun memang coba dialihfungsikan, diubah. Pabrik oksigen ini besar sekali, 23 ton per hari," ujar Erick dalam acara Jurus Erick Thohir Hadapi Pandemi di CNN Indonesia, Jumat (20/8/2021).

Erick bilang, pabrik itu dulunya memproduksi likuid nitrogen. Kemudian dikonversi menjadi pabrik oksigen.

"Yang luar biasa, terima kasih kepada direksi Pupuk, mereka menemukan ada pabrik yang memang dulu untuk likuid nitrogen yang sudah tidak aktif ini bisa di-convert menjadi tadi pabrik oksigen," sambungnya.

Erick Thohir pun mengaku kaget. Sebab, kapasitas pabrik sebesar 23 ton relatif besar sekali.

Dia bilang, dalam sepekan pabrik itu bisa operasi secara penuh. Oksigen dari pabrik untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Jawa.

"Dan kapasitasnya besar sekali saya juga terkaget-kaget 23 ton per hari. Ini sekarang masih 60% tapi dalam waktu seminggu bisa full 100%," terangnya.

(acd/hns)