ADVERTISEMENT

Mantul! 2 Merek Sepatu Lokal Dobrak Pasar Dunia

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 14:44 WIB
Kemenperin
Foto: Kemenperin: Produk sepatu lokal tembus pasar dunia

Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita mengatakan BPIPI menggandeng Sagara Boots dan Pijakbumi masuk ke dalam ekosistem pelaku industri alas kaki nasional lantaran berhasil menjadi contoh pelaku IKM alas kaki yang berkualitas.

"Kisah sukses kedua IKM ini diharapkan mampu membangkitkan semangat IKM lainnya untuk lebih lihai membaca peluang di pasar dalam dan luar negeri," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita

Saat bertemu dengan para pendiri Sagara Boots dan Pijakbumi, Reni mengapresiasi prestasi Sagara Boots dan Pijakbumi yang telah mampu mematahkan stigma negatif produksi sepatu negara berkembang berkualitas buruk, dengan material jelek, dan desain yang kuno.

"Sagara Boots bahkan telah tembus menjadi sepatu boots kulit tier satu, yang setara dengan sepatu asal Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Sedangkan, produk Pijakbumi telah diekspor ke 20 negara di dunia," ungkapnya.

Menurut Reni, kedua industri kelas menengah (IKM) alas kaki tersebut telah membuktikan bahwa brand sepatu lokal semakin inovatif, dengan desain yang mengikuti selera pasar terkini serta tetap memperhatikan produksi ramah lingkungan dan berkesinambungan. Bahkan, mereka mampu melayani permintaan secara custom atau sesuai selera konsumen.

"Dengan kualitas yang terbaik, kami optimistis brand lokal bisa lebih keren dan punya nilai jual tinggi dibanding brand luar yang ada di retail besar," tuturnya.

Hingga kuartal III tahun 2021, total nilai ekspor alas kaki (kulit dan non-kulit) Indonesia mencapai US$ 4,3 miliar. Sementara itu, total PDB industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki mencapai Rp 20 triliun atau tumbuh 7% (y-o-y) sampai pada kuartal III-2021.

Ia pun menegaskan melalui BPIPI, pihaknya berkomitmen untuk terus membantu para pelaku IKM alas kaki untuk mencari solusi dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kemudahan akses ke pasar ekspor.

"Untuk memecahkan masalah-masalah terkait ekspor produk alas kaki ini, kami akan memfasilitasi mereka untuk bisa mengakses fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan akses pembiayaan untuk ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)," ujar Reni.

Masih ada informasi yang menarik di halaman berikutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT