×
Ad

Serangga Penyerbuk Dilepas di Kebun Sawit, Ini Tujuannya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 10 Apr 2026 10:29 WIB
Serangga Penyerbuk Dilepas, Siap Dongkrak Produksi Sawit Nasional/Foto: Dok. GAPKI
Jakarta -

Serangga penyerbuk asal Tanzania resmi dikenalkan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Simalungun, Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas minyak sawit nasional di tengah tantangan global.

Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Ebi Rulianti menyampaikan momentum ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga penyerbuk tersebut dinilai mampu menekan biaya dalam kegiatan budi daya, khususnya pada aspek penyerbukan. Dengan begitu, mendukung efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit.

"Kita menandai langkah strategis dalam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga ini sangat mampu menurunkan cost dalam produktivitas sawit," ujat Ebi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Ada tiga spesies serangga yang diperkenalkan kali ini, yakni Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius kamerunicus, dan Elaeidobius plagiatus. Ia memastikan seluruh proses introduksi ini telah melalui uji laboratorium yang sangat ketat. Mulai dari eksplorasi di negara asal hingga pengujian agen hayati di dalam negeri.

Introduksi serangga penyerbuk hingga pelepasan ini juga melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan konsorsium perusahaan anggota GAPKI.

"Mulai eksplorasi dari negara asal, kemudian pengujian yang komprehensif ini melibatkan Agen hayati juga kementerian dan Lembaga. Dari seluruh pengujian tersebut menunjukkan bahwa spesies yang diintroduksi memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Langkah yang kita ambil ini adalah kebijakan berbasis sains, terukur dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian," terang Ebi.

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, menilai momentum ini sebagai simbol kesinambungan inovasi. Ketiga spesies penyerbuk tersebut telah melalui serangkaian pengujian ilmiah dan dinyatakan aman untuk dikembangkan.

"Ini bukan hanya soal serangga, tetapi tentang bagaimana kita menjaga masa depan industri sawit Indonesia," katanya.

Menurut Eddy, pelepasan serangga ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi bahwa masa depan industri sawit nasional. Upaya memajukan industri ini sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kolaborasi.




(rea/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork