×
Ad

Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2026 14:36 WIB
Ilustrasi pembangunan pabrik / Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan raksasa aluminium Rusia, UC Rusal, bakal menggarap proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina. Rusal berencana membangun pabrik pengolahan tersebut di Kalimantan.

Bahlil mengatakan saat ini proses perizinan proyek tersebut hampir selesai.

"Oh iya, itu dengan Rusal. Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/9/2026).

Bahlil mengatakan Rusal nantinya akan berkolaborasi dengan pengusaha dalam negeri dalam menjalankan proyek tersebut. Hanya saja, Bahlil belum mau membocorkan siapa pengusaha dalam negeri yang bakal ikut garap proyek tersebut.

"Dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan rencana raksasa aluminium Rusia, UC Rusal bakal membuka pabrik pengolahan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam acara Eastern Economic Forum, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

"Kami juga melangkah jauh di sektor pengolahan, misalnya di bidang pertambangan, kami bekerja sama dengan Rusal, yang menurut saya merupakan perusahaan aluminium terbesar di dunia. Rusal akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia. Rusal akan mengembangkan pabrik pengolahan bersama dengan kelompok usaha Indonesia," beber Prabowo.

Selain itu, Prabowo bilang ada satu proyek lagi yang diteken dengan perusahaan Rusia. Dia bilang dalam kunjungannya ke Vladivostok, nota kesepahaman baru saja ditandatangani oleh perusahaan pupuk Indonesia dengan perusahaan besar Rusia.

Keduanya akan mengembangkan proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia. Sayangnya, Prabowo enggan merinci seperti apa proyek yang dimaksud dan dua perusahaan yang bekerja sama apa saja.

"Hari ini, sebuah nota kesepahaman (MoU) juga telah ditandatangani antara perusahaan pupuk kami dan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk investasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia ini," ujar Prabowo.




(hrp/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork