Follow detikFinance
Jumat 09 Feb 2018, 13:15 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Masih Macet, Kok Tarifnya Mau Dinaikkan?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tol Jakarta-Cikampek Masih Macet, Kok Tarifnya Mau Dinaikkan? Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Ruas tol milik Jasa Marga lainnya yang bakal naik adalah Tol Jakarta-Cikampek. Jasa Marga bakal mengusulkan penyesuaian tarifnya tahun ini mengingat penyesuaian tarif terakhir kali dilakukan pada 22 Oktober 2016 lalu.

Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, pihaknya bersama dengan pemerintah bakal melakukan sejumlah upaya memperbaiki kapasitas jalan tol yang kerap macet tersebut. Koordinasi dengan pemerintah perlu dilakukan lantaran di jalur tersebut, ada sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini juga tengah dikebut penyelesaiannya.

"Kalau Cikampek programnya banyak. Karena dia ada pembangunan LRT, Japek Elevated, nanti juga ada kereta cepat, juga ada pembangunan Cibitung-Cilincing. Tapi kita juga harus melancarkan lalu lintas dengan adanya proyek-proyek itu. Nah makanya kita juga akan mengubah sistemnya itu bersama dengan pemerintah," katanya di Jakarta, Jumat (9/2/2018).


Subakti menjelaskan, upaya memperlancar arus lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek akan dilakukan dengan mengatur titik-titik transaksi dan pelebaran di beberapa ruas jalan.

Dia bilang, pihaknya akan memisah transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang saat ini menjadi titik kemacetan. Pemindahan proses transaksi itu kata dia tengah dibahas dan diharapkan bisa terealisasi sebelum Lebaran tiba.

"Cikampek ini kan sebenarnya Cikarut (Cikarang Utama) nya sendiri sudah nyampur lalu lintasnya dengan lalu lintas urban sekitar misalnya ke Cikarang, Karawang, plus lalu lintas yang ke utara yang ke arah Tegal dan lalin yang ke arah Selatan. Itu semua transaksinya kan di Cikarut. Ini yang harus dipisah supaya yang lalu lintas untuk yang lokalan itu dipisah, dia transaksinya pada saat masuk saja seperti Jagorawi dan Tangerang ini. Jadi enggak perlu di-barrier seperti itu," ujar Subakti.


"Jadi dipisah, enggak menumpuk di satu gerbang. Enggak numpuk di Cikarut lagi. Nanti kan ada Meikarta juga, dan lain-lain kan sudah banyak lalu lintas lokal nanti. Jadi kembali lagi, saya jelaskan bahwa Cikarut itu menampung transaksi lalu lintas lokal di tol Cikampek, plus yang mau ke Pantura maupun yang ke Selatan. Itu semua harus dipisah supaya lebih efisien. Jadi lebih lancar," pungkasnya.

Adapun pada Oktober 2016 lalu, pemerintah juga tetap menaikkan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek meski tol tersebut sering mengalami kemacetan. Penyesuaian tarif itu dilakukan berdasarkan angka inflasi selama dua tahun terakhir dan dimaksudkan agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat melakukan pengembalian investasi sesuai dengan rencana bisnisnya.


Saat itu Jasa Marga berupaya memperbaiki layanan di jalan tol Jakarta-Cikampek dengan menambah lajur kantong antrean (storage) pada GT (gerbang tol) Karawang Barat 1 sepanjang 200 m, penambahan lajur/dedicated lane, perbaikan rigid pavement pada GT Bekasi Barat 2, dan perbaikan rigid pavement dan grouting pada GT Cikampek. Selain itu ada pula penambahan GT Kalihurip 1, SS Dawuan, SS Karawang Barat, GT Karawang Barat 1, dan GT Karawang Timur 1. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed