Macet Sampai Bikin Pipis di Tol, Japek Layang Butuh Exit Darurat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Des 2019 06:10 WIB
Foto: Agung Pambudhy

Tol Japek Layang memang tidak memiliki rest area atau pun toilet di tengah-tengah jalan. Meski begitu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa akan disediakan tangga darurat untuk bisa digunakan oleh pengguna mobil turun ke bawah ketika keadaan tertentu.

Bisa saja nantinya pengguna tol yang tidak bisa menahan buang air kecil turun ke bawah untuk menemukan toilet.

"Nanti di Japek (Layang) juga ada 8 (tangga) ya tapi harus turun, kalau ada yang mau buang air. Tapi sebetulnya untuk emergency turun ke bawah. Nah kalau sampai buang air itu pasti dia emergency, ya kan, emergency itu macam-macam," jelasnya.

Kembali ke persoalan kemacetan yang panjang, YLKI pun menyatakan pembangunan tol Jakarta-Cikampek Layang sia-sia. Padahal, menurut Tulus tujuan utama tol layang Japek dibangun untuk mengatasi kemacetan, khususnya saat musim liburan.

"Dengan kejadian seperti ini, fungsi utama tol layang Cikampek untuk mengatasi kemacetan saat libur panjang, menjadi muspro alias sia sia," ungkap Tulus.

Tulus mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi habis-habisan mengenai manajemen lalu lintas di tol Japek. Terlebih lagi saat libur Idul Fitri, saat banyak orang mau mudik.

"YLKI mendesak agar pemerintah (Kemenhub dan kepolisian) mengevaluasi total management traffic saat long week end, seperti libur Nataru dan nanti libur Idul Fitri," ungkap Tulus.



Simak Video "Kakorlantas Buka Suara soal Polisi Diduga Aniaya Pengendara di Tol Japek"
[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)