Jokowi Geram Proyek Tol Cisumdawu Terkendala Lahan, Ini Kata Pemilik

Hilda Meilisa - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 12:47 WIB
PN Sumedang mengeksekusi 3 bidang tanah di Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Lahan tersebut berada di kawasan terdampak proyek Tol Cisumdawu.
Foto: Wisma Putra
Surabaya -

Pembangunan Tol Cisumdawu terhambat masalah pembebasan lahan. Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menyebut ada sengketa di salah satu bidang tanah yang menghambat pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Kertajati.

Hal ini sempat membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. Karena, pembangunan tol yang menjadi akses utama Bandara Kertajati sudah dimulai sejak 2011, namun hingga kini tak kunjung selesai pengerjaannya. Sofyan menyebut ada pemilik sebidang tanah di daerah Cileunyi yang menolak pembebasan lahan hingga menggugat ke pengadilan. Sofyan menyebut sebidang tahan itu termasuk lahan pasar.

Pemilik lahan yang merupakan lahan Pasar Sehat Cileunyi yakni atas nama PT Biladi Karya Abadi mengatakan pihaknya tidak menolak pembangunan. Namun justru mendukung pemerintah. Tetapi, ada sejumlah permasalahan yang belum diselesaikan oleh pemerintah.

Melalui kuasa hukumnya, Dirut PT Biladi Karya Abadi, SF yang merupakan warga Surabaya meminta pemerintah menghormati putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Kami tidak menolak pembangunan, tapi mendukung dengan memberikan lahan untuk akses keluar masuk proses pembangunan. Tetapi, mohon pemerintah mematuhi putusan besaran yang sudah inkrah," kata Kuasa Hukum pemilik lahan, Erick Ibrahim Wijayanto di Surabaya, Rabu (12/8/2020).

Erick memaparkan sebelumnya kliennya telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Bale Bandung. Erick menyebut sesuai sertifikat HGB, ada dua kavling tanah yakni kavling 37 seluas 311.166 meter persegi dan kavling 38 seluas 10.834 meter persegi.

Dua kavling ini dihargai senilai Rp 17 miliar oleh pemerintah. Padahal, jika sesuai putusan dan perhitungan sesuai harga tanah per meter, total ganti rugi tanah mencapai Rp 59 miliar.

"Jadi sesuai putusan sudah ada, nilainya Rp 12,5 juta per meter. Totalnya sekitar Rp 59 miliar yang sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan. Namun, yang ditawarkan pemerintah Rp 17 miliar," tambah Erick.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Proyek Tol Cisumdawu Mandek, Jokowi: Segera Selesaikan!"
[Gambas:Video 20detik]