Bulan Depan, Pelabuhan Patimban Bisa Mulai Layani Ekspor-Impor

Fadhly Fauzi Rachman, Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 09:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Pelabuhan Patimban
Foto: Dok. Kementerian Perhubungan
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya kini tengah mempersiapkan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan ini ditarget siap melayani kegiatan ekspor impor perdananya mulai bulan Desember 2020 mendatang.

"Kami tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur transportasi salah satunya Pelabuhan Patimban, sehingga ini dapat segera dimanfaatkan dan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Harapannya bulan Desember nanti kita akan gunakan pertama kali sebagai car terminal yang digunakan untuk ekspor dan impor mobil. Sambil kami juga terus melanjutkan pembangunan tahap berikutnya," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Saat ini, pembangunan Pelabuhan Patimban sudah masuk tahap finalisasi tahap 1 yaitu penyelesaian Terminal Peti Kemas seluas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs dan Terminal Kendaraan seluas 25 hektar dengan kapasitas 218.000 CBU.

Adapun yang sudah siap dimanfaatkan adalah Dermaga Kendaraan seluas 350 m x 33 m dengan kapasitas 218.000 CBU. Sedangkan, dari sisi akses jalan, yang sudah siap dioperasikan adalah akses jalan sepanjang 8,2 kilometer dari jalan raya Pantura.

Setelah dioperasikan terbatas mulai Desember 2020 mendatang, maka di tahun berikutnya atau mulai 2021, akan segera dimulai pembangunan selanjutnya yaitu pengerjaan Terminal Peti Kemas seluas 66 hektar dengan kapasitas kumulatif 3,75 juta TEus dan Terminal Kendaraan dengan kapasitas kumulatif 600.000 CBU serta Terminal RoRo seluas 200 meter.

"Secara jangka panjang, tahun 2027 diharapkan Patimban akan menjadi pelabuhan besar yang difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dan logistik dari Indonesia ke luar negeri yang tentunya tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, namun juga secara nasional dan meningkatkan data saing Indonesia dalam perekonomian global," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2