Lahan di Jalan Klaten-Boyolali Kena Proyek Exit Tol Yogyakarta-Solo

Achmad Syauqi - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 17:45 WIB
Patok proyek tol di tepi Jalan Klaten - Boyolali
Foto: Achmad Syauqi/detikcom: Patok proyek tol di tepi Jalan Klaten - Boyolali
Klaten -

Ratusan lahan milik warga di sepanjang jalan Klaten-Boyolali di wilayah Klaten disasar proyek jalan tol Yogyakarta-Solo. Lahan warga itu sudah dipasang patok untuk pengadaan Exit Jalan Tol.

"Itu patok untuk proyek jalan tol. Tapi ini untuk menuju exit di Kecamatan Ngawen," ungkap Harsono, warga setempat pada detikcom, Selasa (22/12/2020) siang di lokasi.

Dikatakan Harsono, patok bambu warna merah putih itu dipasang sekitar sebulan yang lalu. Petugasnya bilang untuk exit tol.

"Ya sekitar sebulan lalu dipasang katanya untuk exit tol. Lebarnya total sekitar 15 meter jadi bakal banyak bangunan kena," papar Harsono.

Pj Lurah Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Maryadi mengatakan di wilayahnya ada 200 lahan yang terkena untuk proyek tol Yogyakarta-Solo. Rencananya untuk jalur masuk tol.

"Ada 200-an yang kena sebab dilebarkan untuk pintu masuk tol dari kota Klaten. Yang memasang itu petugas BPN dan tol," jelas Maryadi dikonfirmasi detikcom lewat ponsel.

Patok proyek tol di tepi Jalan Klaten - BoyolaliPatok proyek tol di tepi Jalan Klaten - Boyolali Foto: Achmad Syauqi/detikcom: Patok proyek tol di tepi Jalan Klaten - Boyolali

Menurut Maryadi, pintu masuk tol ada di Kecamatan Ngawen. Saat ini proses ganti rugi warganya belum dilakukan.

"Ganti ruginya belum sebab masih proses pengukuran dan penetapan. Patok sudah beberapa bulan dipasang," jelas Maryadi.

Menurut Kabid Bina Marga DPUPR Pemkab Klaten, Suryanto jalan Klaten - Boyolali merupakan jalur provinsi. Kanan kiri diperlebar untuk exit tol Yogyakarta-Solo dengan panjang sekitar 3 kilometer.

" Panjangnya sekitar 3 kilometer mulai Sangkal Putung sampai ke Kecamatan Ngawen. Itu untuk pelebaran sebab menuju exit tol kota," terang Suryanto pada detikcom di kantornya.

Yang terkena, imbuh Suryanto mayoritas hanya lahan warga bukan bangunan. Meskipun ada beberapa bangunan pagar rumah.

"Mayoritas lahan bukan bangunan. Tapi itu jalur milik provinsi bukan kewenangan kabupaten," kata Suryanto.

Pantauan detikcom di lokasi, patok bambu itu terpasang di tepi kanan kiri jalan mulai Kecamatan Ngawen sampai Sangkal Putung masuk jalan veteran. Patok ada yang di luar pagar dan ada juga yang di dalam pagar rumah.

(hns/hns)