Sedih, Jembatan 'Indiana Jones' di Lebak Baru Bisa Dibangun 2022

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 13:17 WIB
Kondisi jembatan gantung yang putus di  Desa Pasir Tanjung, Lebak, Banten, Rabu (9/12/2020). Jembatan yang menghubungkan tiga desa tersebut putus usai diterjang luapan Sungai Ciberang pada Minggu (6/12/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, sebuah jembatan gantung di Lebak, Banten sempat jadi sorotan publik. Jembatan gantung yang juga dijuluki jembatan 'Indiana Jones' ini sempat ambruk gegara diterjang banjir Desember 2020 lalu.

Jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Rangkasbitung dan Kalanganyar, Kabupaten Lebak ini merupakan jalan alternatif untuk transportasi masyarakat ke pusat Ibu Kota Rangkasbitung. Sempat viral juga video yang menunjukkan anak-anak sekolah dasar (SD) sampai rela bergelantungan menyeberang di atas kawat jembatan itu meski sudah setengah roboh demi bisa bersekolah.

Oleh karena sebegitu krusialnya jembatan ini bagi masyarakat setempat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berinisiatif untuk membangun kembali jembatan gantung tersebut.

"Jadi jembatan gantung ini adalah program khusus pak Menteri untuk mendukung nawa cita Presiden Joko Widodo yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, intinya adalah memberikan akses kepada daerah-daerah terisolir, terutama akses-akses berkaitan dengan pendidikan dan juga bagaimana akses-akses transportasi dari produk-produk ekonomi wilayah yang terisolir, jadi ini saya kira banyak di-trigger oleh tantangan untuk hadirnya negara karena beberapa waktu yang lalu banyaknya viral jembatan Indiana Jones," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (30/3/2021).

Sayangnya, saat ini belum ada anggaran untuk membangun jembatan itu segera. Selain itu, Kementerian PUPR kini sedang menyusun Peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai payung hukum untuk mewujudkan perbaikan jembatan gantung tersebut. Sebab, sebelumnya jembatan ini bukan dibangun oleh pemerintah melainkan oleh salah satu perusahaan BUMN melalui CSR.

"Agar tidak menjadi beban pak menteri kalau harus melakukan diskresi satuan jadi itu untuk memberikan payung hukum yang lebih bagus, jadi good governance-nya cukup bagus nanti kita sedang siapkan untuk tahun ini back-up legal dari ini melalui Permen dan Kepmen yang sedang kami susun," ungkapnya.

Setelah itu, barulah mulai membuat desain pondasi jembatan tersebut dan proses-proses lainnya. Proses itu semua tentu memakan waktu yang tidak sedikit sehingga targetnya konstruksi jembatan Indiana Jones ini mungkin baru bisa mulai dibangun tahun depan.

"Setelah ini disetujui, kita ada proses desain, proses desain ini juga butuh waktu, jadi kami mohon pengertiannya bahwa bapak ibu (DPR) mengajukan sekarang maunya bulan ini mungkin konstruksinya itu tahun depan," katanya.

Hedy merinci proses pembangunan jembatan ini dimulai dari survei lapangan, perencanaan teknis dan menghitung anggaran. Total proses ini saja bisa memakan waktu kira-kira 3 bulan. Lalu, dilanjutkan dengan proses pelaksanaan lelang dan konstruksi yang kira-kira membutuhkan waktu 7 bulan. Terakhir, pelaksanaan hibah.

"Ini kan ada proses anggaran di situ, apakah ada anggarannya atau tidak, tentu paling bisa maunya dari sisa anggaran tapi juga ada proses readiness pak, proses desain, desain itu amannya 2-3 bulan, desain pondasinya, kemudian ada cek ketersediaan lahannya, kemudian ada cek apa namanya kesediaan penerima hibah ini yang kadang-kadang sulit, dan juga harus jelas siapa yang memeliharanya," paparnya.

Simak video 'Warga Lebak Tagih Janji Jokowi Perbaiki Jembatan Putus':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)