Jakarta Bakal Macet Gegara Proyek MRT, Anies: Mohon Pengertiannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 21 Apr 2021 08:30 WIB
Anies Baswedan
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Andika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengertian dan pemahaman dari masyarakat Jakarta soal dampak dari proyek lanjutan MRT Jakarta Fase 2A.

Seiring dengan pembangunan proyek ini dampak akan dirasakan masyarakat, tak terkecuali potensi kemacetan. Anies pun mengakui proyek ini akan memberikan dampak yang cukup mengganggu bagi masyarakat di sekitar proyek pembangunan.

"Bahwa beberapa tahun ke depan akan ada hambatan yang mungkin tidak terlalu nyaman bagi masyarakat di sekitar tempat ini. Kami mohon pengertian dan pemahamannya," ungkap Anies dalam acara seremoni penandatanganan kontrak CP203 yang disiarkan melalui akun Instagram MRT Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Berkaca pada proyek sebelumnya, tepatnya MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI, Anies mengatakan saat konstruksi dilakukan banyak masyarakat yang mengalami ketidaknyamanan imbas dari proyek.

Namun, setelah pembangunannya selesai, justru MRT menjadi salah satu fasilitas yang nyaman dan jadi andalan bagi masyarakat Jakarta.

"Mari kita tengok di Fase I dahulu, Lebak Bulus-Bundaran HI. Saat konstruksi dilakukan, sangat rumit dan tidak nyaman bagi mereka yang tinggal di kawasan selatan. Saat konstruksi selesai semua beres dan itu jadi fasilitas yang nyaman," ungkap Anies.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memohon maaf apabila masyarakat mengalami gangguan yang disebabkan oleh proyek MRT Fase II. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Harmoni sampai Kota Tua.

"Kami mohon maaf dan pengertian kepada masyarakat yang mungkin akan terkena dampak proyek ini. Khususnya yang bermukim dan beraktivitas di jalur Harmoni sampai Kota beberapa tahun ke depan," ungkap William.

Sebagai informasi, pembangunan MRT Jakarta Fase II yang menghubungkan Bundaran HI-Kota Tua terus berlanjut. Sejak kemarin pembangunan berlanjut untuk membangun terowongan dari kawasan Mangga Besar ke Kota Tua.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak proyek CP203 yang dilakukan MRT Jakarta dengan Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta-Hutama Karya Join Operation. Perusahaan patungan itu akan menjadi kontraktor proyek CP203.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga 'Saat Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor, Akibat Corona':

[Gambas:Video 20detik]