Waskita Gandeng Kontraktor China Garap Proyek Infrastruktur, Ini Daftarnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 21:58 WIB
Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (23/2). Rencananya proyek ini ditargetkan rampung pada 2018 mendatang.
Ilustrasi Proyek Infrastruktur (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan China Communications Construction Company Co Ltd (CCCC) telah menandatangani master agreement dalam rangka pembentukan aliansi strategis pembangunan infrastruktur transportasi dan industri lainnya di Indonesia.

Kerja sama itu mencakup pengembangan infrastruktur transportasi dan industri lainnya seperti proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Ciawi-Sukabumi, Pipa Distribusi BBM Cikampek-Plumpang, Revetment Pelabuhan Benoa Bali, serta beberapa proyek infrastruktur lainnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerja sama ini. Dia mengatakan, sektor konstruksi mesti terus berjalan, bukan hanya untuk konektivas tapi menjadi motor penggerak ekonomi.

"Sektor konstruksi harus terus berjalan, bukan hanya untuk memperkuat konektivitas dalam negeri tetapi sebagai salah satu aktivitas penggiat ekonomi yang akan membantu Indonesia tumbuh selama dan di pasca pandemi. Bagaimanapun, kita harus bisa keluar dari krisis akibat pandemi dan tetap memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6/2021).

Sementara, Presiden Direktur Waskita, Destiawan Soewardjono, mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk menciptakan potensi pertumbuhan bisnis yang positif pasca vaksin COVID-19.

"Sektor konstruksi dan infrastruktur adalah salah satu sektor vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

"Melalui sinergi dengan pengembang infrastruktur besar seperti CCCC, maka keuntungannya tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tapi juga membawa manfaat bagi negara dan masyarakat," tambahnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan menggali lebih banyak peluang kerja sama pembangunan infrastruktur yang dapat disinergikan dengan mitra asing seperti CCCC maupun mitra strategis lainnya.

Sebagai informasi, CCCC merupakan BUMN China yang bergerak di bidang investasi, desain, konstruksi, dan infrastruktur transportasi. Per 31 Desember 2020, tercatat CCCC memiliki aset dengan total nilai mencapai US$ 204 miliar dollar.

Seremoni penandatanganan diselenggarakan pada Minggu siang pukul 15.30 WIB. Waskita diwakili oleh Destiawan Soewardjono, sementara CCCC diwakili oleh Yun Liang selaku Executive Director. Acara tersebut juga disaksikan oleh Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wamenkeu Suahasil Nazara.

Ada yang berbeda pada seremoni penandatanganan ini. Selain dilakukan secara virtual untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19, acara ini juga dilakukan dari 3 negara berbeda, yaitu Indonesia, China, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pada kesempatan yang sama, Destiawan juga tengah melakukan kunjungan kerja ke UEA dalam rangka inisiasi peluang bisnis konstruksi di Timur Tengah serta mengunjungi Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi yang replikanya juga tengah dikerjakan oleh Waskita di Solo, Jawa Tengah.

(acd/dna)