Macet di Tol Bikin Rugi Rp 4,4 T, Bayar Tanpa Setop Masih Lama Ya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 09:00 WIB
Kendaraan dari Jakarta mengarah ke Merak terpantau padat merayap saat melewati di Gerbang Tol Cikupa, Banten, Kamis (5/5/2021). Kondisi ini bertepatan dengan Hari pertama pembatasan kendaraan mudik 2021.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Masalah kemacetan di jalan tol ternyata menimbulkan kerugian hingga triliunan. Kemacetan itu disebabkan karena transaksi di gerbang tol yang masih harus berhenti.

Kerugian akibat kemacetan di gerbang tol diperkirakan mencapai US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun per tahun. Hal itu diungkapkan oleh Chief of Business Development PT Roatex Indonesia Toll System, Emil Iskandar.

"Kemudian, kerugian RI akibat kemacetan mencapai US$ 4 miliar atau Rp 56 triliun akibat kemacetan," paparnya dalam diskusi virtual mengenai Reformasi Sistem Transaksi Tol, Rabu (8/9/2021).

Ia menjelaskan kerugian ini berkaitan dengan pengguna yang dinilai banyak membuang waktu di jalan tol karena antrean dan kemacetan. Mengingat transaksi di gerbang tol masih harus berhenti.

"Adanya kemacetan dan antrean di gerbang tol juga sampai saat ini karena pengguna mengharuskan stop di gerbang tol untuk transaksi," jelasnya.

Dengan latar belakang itu, mendorong pemerintah meluncurkan sistem transaksi tol tanpa berhenti. Sistem itu bernama transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF). Dengan sistem itu diklaim akan mengurangi kemacetan dan antrean.

"Nanti dengan ini tidak ada lagi berhenti transaksi ke depannya. Pengguna hanya tinggal melintas saja," ungkapnya.

Perlu diketahui, bayar tol tanpa setop berlaku penuh di 2023. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan masa uji coba akan dilakukan pada pada Juli-September 2022, di mana penerapan pembayaran nontunai dengan kartu dan bisa bayar tol tanpa setop diberlakukan 50%-50%.

"Jadi, kami memberikan pilihan bagi masyarakat apakah mereka menggunakan tap elektronik seperti sekarang maupun pembayaran tanpa setop. Hingga akhirnya pada September 2023 itu kita lakukan secara penuh 100%," jelas dia.

Nantinya sistem bayar tol tanpa setop ini, akan disiapkan aplikasi bernama electronic on board unit (E-OBU). Aplikasi itu akan full diluncurkan pada Juli 2022. Di waktu yang sama pelanggan juga sudah mulai registrasi.

Tonton juga Peluang Bisnis Fried Chicken Gerobakan Rp 5 Juta

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)