Tol Gedebage-Cilacap Butuh Rp 56 T, Duitnya dari Mana?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2022 12:31 WIB
Ilustrasi proyek Yogyakarta-Solo
Ilustrasi/Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta -

Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 206,65 km rencananya bakal dibangun tahun ini. Saat ini setelah pemenang lelang ditetapkan, badan usaha sedang dibentuk untuk bisa memulai pembangunan dan pendanaan.

Tol ini akan diusahakan oleh konsorsium PT Jasa Marga (32,5%), kemitraan PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana (27,5%), PT Waskita Karya (20%), PT PP (10%), dan PT Wijaya Karya (10%).

Pembangunan tol prakarsa ini membutuhkan biaya investasi Rp 56,2 triliun. Lalu siapa yang akan mendanai pembangunannya?

Mengutip Simpul KPBU Kementerian PUPR, Jumat (7/1/2022), skema pengusahaan jalan tol ini adalah build operate transfer (BOT). Dengan skema ini, maka pemerintah akan membantu badan usaha untuk pengadaan tanah, sedangkan konstruksi, operasi, dan pemeliharaan dilakukan badan usaha. Struktur pendanaannya sendiri akan menggunakan ekuitas atau modal dan pinjaman dari badan usaha.

Pemenang lelang pengusahaan jalan tol ini akan mendapatkan masa konsesi selama 40 tahun untuk mengembalikan investasinya. Adapun kelayakan finansial atau investment rate of return (IRR) proyek ini sebesar 12%.

Pembangunan tol akan dibagi jadi dua tahap. Tahap pertama dari Gedebage ke Tasikmalaya mulai 2022 sampai 2024, dan tahap kedua dari Tasikmalaya ke Cilacap dari 2027 sampai 2029.

Rute Gedebage ke Tasikmalaya akan melewati jalur dari Garut sepanjang kurang lebih 95,2 km. Sedangkan dari Tasikmalaya ke Cilacap, rutenya akan melewati Ciamis dan Banjar sepanjang kurang lebih 111 km.

Lihat juga Video: Interchange Km 149 Belum Diaktivasi, Walkot Bandung: Segera Diupayakan

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)