ADVERTISEMENT

Mudik Jakarta-Lampung Lewat Darat? Pantau Titik Macet Ini

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2022 12:00 WIB
Sejumlah kendaraan memasuki gerbang tol pada ruas Tol Cengkareng- Batu Ceper- Kunciran, Kota Tangerang, Banten, Rabu (10/11/2021). PT Jasamarga Kunciran Cengkareng mulai menerapkan tarif pada ruas tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran mulai 11 November 2021 setelah beroperasi dengan tarif nol rupiah sejak tanggal 2 April 2021. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan jalan tol dan jalan nasional di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan jelang mudik Lebaran 2022. Di antaranya adalah ruas jalan tol dan jalan nasional di Banten hingga ke Lampung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sekarang ini sedang dilakukan upaya-upaya dalam persiapan mudik Lebaran. Dua minggu yang lalu Kementerian PUPR sudah mengumpulkan semua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Hal itu dilakukan pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk memperbolehkan mudik tahun ini.

"Semua Balai Jalan Kementerian PUPR juga sudah kami instruksikan untuk menyiapkan semua kesiapan di jalan nasional termasuk marka-marka jalan," katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/4/2022).

Provinsi Banten Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, tengah mempersiapkan jalan nasional pada pelaksanaan Mudik Lebaran 2022 yang terdiri dari jalan arteri primer sepanjang 112,36 kilometer (km) dengan kondisi mantap 92,49 % dan jalan kolektor primer sepanjang 452,52 km dengan kondisi mantap 92,96 %.

Terdapat beberapa titik rawan kemacetan di jalan nasional Provinsi Banten yang perlu diantisipasi seperti di pasar, exit/entry Tol Bitung, exit/entry Tol Balaraja Barat, Pertigaan Asem, Pertigaan Cilegon, Modern Cikande, Terminal Pakupatan, Simpang Kebon Jahe, Alun-alun Kramat Watu, Pelabuhan Merak, Pertigaan Labuan, Lampu Merah Malang Nengah, Simpang Malimping, dan Terminal Bayah.

Sementara untuk Jalan Tol Jakarta - Merak secara prinsip dalam kondisi baik, hanya ada satu titik yaitu Jembatan Ciujung km 57 ruas Tangerang - Merak sedang ada pelebaran. Progres pelebaran ini sudah mencapai 94% dan ditargetkan selesai pada 10 April 2022 mendatang.

Kemudian untuk jalur mudik Lampung - Palembang, Jalan Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi yaitu, Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar sepanjang 140,41 km, Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 189,40 km, dan Kayu Agung - Palembang - Betung (Kayu Agung - SS Kramasan) sepanjang 37,62 km.

"Sepanjang tol dari Lampung hingga Palembang, memang masih ada beberapa ruas dalam perbaikan. Kami mengupayakan semaksimal mungkin ruas-ruas tersebut mudah-mudahan akan diselesaikan pada 15 April 2020," ujar Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Triono Junoasmono.

Triono menambahkan ruas tol tersebut dilengkapi 21 buah rest area, terdiri dari tipe A sebanyak 17 dan 4 tipe B dengan berbagai fasilitas diantaranya area komersial untuk UMKM, toilet bersih, area parkir, SPBU, fasilitas ibadah, dan penataan taman.

Kementerian PUPR juga melakukan antisipasi terjadinya peningkatan lalu lintas di jalan tol pada Idulfitri 2022 di Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan dan Kota Baru, berupa mengurai antrian pada GT Bakau Selatan dialihkan arus menuju GT Bakau Utara.

Di samping jalan tol, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung juga memastikan kondisi jalan nasional dalam keadaan baik. Jalan Nasional Provinsi Lampung memiliki total panjang mencapai 1,292.25 km terdiri dari lintas timur 285.96 km, lintas tengah 323.14 km, lintas barat 312.89 km dan lintas penghubung 341.58 km.

Kepala BPJN Provinsi Lampung Rien Marlia mengatakan terdapat beberapa titik rawan kemacetan seperti di pasar, persimpangan, lampu merah Kota Agung, exit tol Gerbang Natar. Antisipasi yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Ketua Tim Kunker Spesifik Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR beserta jajarannya yang telah berupaya memberikan layanan jalan dengan baik, baik itu jalan tol maupun non tol. Ia berpesan agar dapat disiapkan antisipasi lonjakan pengemudi baik di jalan maupun rest area.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT