×
Ad

Proyek MRT Bali Masih Mandek, Menhub: Belum Ada Investor

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 12:47 WIB
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kabar terkini rencana proyek pembangunan transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) di Bali. Proyek itu masih belum terealisasi sampai sekarang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan sebelumnya ia sempat mendapat kabar proyek ini akan terlaksana karena ada investor yang berminat membangun jaringan infrastruktur perkeretaapian itu.

Sayangnya, ia juga tidak mendapat informasi lebih jauh terkait perkembangan proyek tersebut. Terakhir, Dudy hanya mendapati hingga saat ini belum ada lagi investor yang berminat untuk melanjutkan pembangunan MRT di pusat destinasi wisata itu.

"Sebelum ini saya mendapatkan bahwa ada minat, namun sampai dengan sekarang ini belum ada investor lagi yang datang atau mau membicarakan kembali mengenai pengembangan kereta," kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Karenanya, Dudy mengaku sekarang ini pihaknya hanya bisa terus menawarkan proyek tersebut kepada pihak swasta yang berminat untuk meneruskan pembangunan MRT di Bali.

Di saat yang bersamaan, Kemenhub telah menginisiasi proyek water taxi di kawasan Denpasar sebagai alternatif transportasi publik di Bali, sembari menunggu adanya perusahaan swasta atau investor yang berminat dengan proyek MRT.

"Jadi kami tetap berusaha untuk mencoba menawarkan kepada pihak-pihak investor yang tertarik kepada pengembangan jalur kereta baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali. Itu sebabnya kami datang dengan salah satu solusi alternatif water taxi untuk menjembatani antara waktu yang ada dengan investor yang akan masuk," ujarnya.

Sebagai informasi, proyek angkutan umum massal berbasis kereta di Bali pertama kali mencuat pada 2024 lalu. Kala itu, proyek yang diusung adalah pengembangan Light Rail Transit (LRT) yang terdiri dari empat jaringan.

Bahkan saat itu proyek LRT atau Bali Urban Subway sudah melakukan acara peletakan batu pertama alias groundbreaking pada September 2024 yang dilakukan oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) bersama PT Bumi Indah Prima (BIP), dan dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Namun setelah itu perkembangan proyek ini tak lagi terdengar. Selang dua tahun tidak terdengar kabarnya, rencana proyek LRT ini kemudian berganti menjadi Mass Rapid Transit (MRT) yang masih ditangani oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ).

Direktur Utama PT SBDJ Ervan Maksum menegaskan proyek MRT Bali masih berjalan sesuai rencana. Namun untuk saat ini perusahaan masih membenahi dan mengevaluasi skema kerja sama serta aspek teknis proyek agar lebih matang. Menurutnya banyak hal yang perlu dikaji ulang agar proyek tidak sekadar bersifat seremonial.

"Lubangnya banyak lah, kami juga nggak mau cuma seremonial. Tapi justru sesuai dengan teknografis sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemarin masih banyak miss-nya dan sudah kami rapikan," kata Ervan kepada detikBali, Kamis (12/2/2026).

Ia menyampaikan jika publik tidak perlu khawatir, karena dia memastikan bahwa proyek ini akan berjalan dan terealisasi. Ervan memahami jika masyarakat ada rasa keraguan tentang proyek kereta cepat ini.

"Sehingga jangan sampai kayak kemarin yang kasihan publik sudah di-php. kenapa nggak jalan karena ya tadi banyak yang memang nggak kokoh secara skema, kerja sama," jelas mantan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas itu.

"Kalau publik menanyakan ini kok nggak jalan, kami jalan. Malah justru kalau bisa dibilang ini on the track, tapi lebih prudent," sambung dia.

Simak juga Video 'Siap-siap! MRT Jakarta Bakal Tembus Bekasi, Proyek Masuk Tahap Lelang':




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork