×
Ad

Daftar 5 Bandara Rusak Akibat Gempa Bumi di NTT

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2026 17:13 WIB
Ilustrasi gempa bumi.Foto: Jens Aber/Unsplash
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan simpati dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gempa bumi pada sejumlah wilayah di Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah mitigasi guna memastikan keselamatan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara (bandara) dan pelayanan navigasi penerbangan terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.

Berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama tercatat dengan magnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA sekitar 38 km timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 km. Selain itu, tercatat gempa magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA dengan pusat gempa di laut sekitar 46 km timur laut Labuan Bajo, pada kedalaman 10 km.

Terdapat 5 bandara yang dilaporkan terdampak, yaitu:

1. Bandara Komodo - Labuan Bajo;
2. Bandara H. Hasan Aroeboesman - Ende;
3. Bandara Umbu Mehang Kunda - Waingapu;
4. Bandara Frans Sales Lega - Ruteng;
5. Bandara Soa - Bajawa.

"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," dikutip dari keterangan tertulis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sabtu (15/8/2026).

Di Bandara Soa - Bajawa, berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik.

Sementara itu, pada aspek pelayanan navigasi penerbangan, terdapat unit pelayanan yang terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat.

Pada sejumlah lokasi, khususnya yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman. Contingency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan.

Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.

Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandar udara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan. Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Terkait perkembangan operasional penerbangan, masyarakat pengguna jasa transportasi udara di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandar udara serta maskapai penerbangan.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Informasi mengenai kondisi bandar udara, pelayanan navigasi penerbangan, serta perkembangan operasional penerbangan akan disampaikan lebih lanjut setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima.




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork