Follow detikFinance
Jumat, 08 Jun 2018 12:57 WIB

Rp 1.000 Sempat Bikin Heboh karena Cut Meutia Tak Berjilbab

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Saat ini agak sulit menemukan uang kertas pecahan Rp 1.000 bergambar pahlawan Cut Meutia. Uang kertas ini memiliki cerita beberapa hari setelah ia diluncurkan.

Mengutip berita detikFinance yang terbit pada 21 Desember 2016 uang Cut Meutia ini diperbincangkan warganet dan dituduh tidak sesuai karena sang Pahlawan tidak menggunakan jilbab.


Menanggapi hal ini Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi, mengatakan pemilihan foto pahlawan sudah melalui diskusi panjang dengan banyak pihak.

"Semua foto pahlawan, setelah diskusi panjang dengan berbagai pihak, kita mintakan persetujuan dan masukan dari ahli waris apabila ada yang lebih pas," kata Suhaedi.

Ia menambahkan, semua pemilihan foto juga dilakukan dengan hati-hati. Pewarnaan dan pencahayaan juga diatur supaya terlibat lebih cerah.

"Semua dilakukan dengan hati-hati, misalnya perubahan foto seorang pahlawan supaya kelihatan lebih cerah dan bersemangat," katanya.

Selain Cut Meutia, pahlawan asal Aceh yang fotonya juga pernah terpampang di uang rupiah adalah Cut Nyak Dien. Pahlawan yang meninggal 1908 di Sumedang itu juga tidak memakai jilbab di pecahan Rp 10.000.


Kala itu Cucu kandung Cut Meutia, Teuku Rusli, merespons ramai-ramai soal neneknya. Menurut Rusli, selama ini tak pernah benar-benar ada gambar resmi Cut Meutia yang dimiliki keluarga.

Terkait tampilan Cut Meutia di pecahan uang baru Rp 1.000, pihak keluarga pernah diundang ke BI untuk mendiskusikan hal tersebut. Kemudian, disetujui gambar Cut Meutia tak memakai jilbab.

"Kita pihak keluarga tidak pernah berinisiatif menyampaikan gambar itu ke BI. Mungkin BI sendiri yang mencari tahu seperti apa gambarnya, datangnya ke kakak saya, dibuat lah satu gambar itu. Kakak saya, namanya Zulfikar, diundang ke BI. Sekarang dia sudah pulang ke Aceh," ujar Rusli dikutip dari berita detikcom (22/12/2016).

"Kita enggak pernah bikin foto, di zaman dulu enggak pernah ada foto-foto. Kecuali yang tinggal di Banda Aceh. Kalau di kampung saya, 400-500 km dari Banda Aceh, enggak ada kita di situ yang bikin-bikin foto, melukis juga enggak ada, kan di Islam dilarang melukis makhluk hidup," jelasnya.


Rusli mengatakan, pihak keluarga tidak mempermasalahkan tampilan Cut Meutia. Pakai kerudung atau tidak, tidak apa-apa.

"Dipakein kerudung juga enggak apa-apa. Tapi apa benar kerudungnya seperti itu? Memang di medsos orang Aceh banyak yang protes. Orang kita (keluarga) enggak tahu apa-apa. Kerudung juga kerudung gimana? Orang Aceh dulu kan kerudungnya tidak seperti sekarang," ujar Rusli.

Dia menambahkan, kala itu semua perempuan Aceh memakai kerudung atau semacam tutup kepala. Kecuali ketika mereka sedang berada di dalam rumah.

"Kerudung itu kan perintah agama. Semua memang pakai tutup kepala," terangnya.


Ketika Cut Meutia tak berkerudung, tonton videonya di 20detik:

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed