Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Mar 2019 15:01 WIB

Nyambi Agen BRILink, Pemilik Toko Kelontong Raup Rp 18 Juta/Bulan

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Moch Prima Fauzi Foto: Moch Prima Fauzi
Jakarta - Kornelis Dagut (49) merupakan wirausahawan yang membuka toko kelontong di Labuan Bajo. Dari usahanya itu dia bisa meraup omzet hingga Rp 18 juta per bulan. Padahal sebelumnya ia mengaku sebagai penjual pisang goreng.

Bagaimana dia bisa sukses seperti sekarang? Kepada detikFinance, Kornelis menceritakan bagaimana dia memulai usaha.

Awalnya ia hanya membuka usaha pisang goreng. Dari ruko yang terdiri dari dua pintu, ia menjual dagangannya di salah satu pintu. Sementara satu pintu lainnya tertutup karena belum ada modal usaha. Karena ingin mengembangkan usaha, akhirnya ia pun meminjam dana ke Bank BRI.

"Saya dengar-dengar itu ada dana yang disiapkan bank itu dana KUR (kredit usaha rakyat). Saya pinjam dana itu awalnya Rp 20 juta," katanya bercerita di sela-sela kesibukan melayani pelanggan, Jumat (1/3/2019) lalu.


Dari dana itu dia buka satu ruko kosong lainnya untuk membuka toko kelontong. Dia menjual mulai dari minuman ringan, makanan ringan, beberapa keperluan rumah tangga. Lambat laun usahanya berkembang. Hingga akhirnya usaha pisang goreng yang dia miliki harus tutup agar fokus pada usaha kelontongnya.

"Begitu sudah barang kios ini lumayan, kami sudah tidak bisa jual pisang goreng lagi karena sibuk membutuhkan waktu yang banyak. Sementara yang begini kan lebih mudah barang jadi semua," katanya.

Tapi setelah usahanya cukup maju, muncullah kompetitor. Otomatis pendapatan pun terkikis. Dari situ dia akhirnya mendapat tawaran untuk menjadi agen BRILink BRI.

"Karena saya tahu informasi, sebelum saya jadi agen BRILink itu sangat bagus khususnya untuk menambah omzet jualan," ujarnya.


Setelah resmi menjadi agen BRILink, ia mengaku ada perubahan pada bisnisnya. Selain memiliki pendapatan dari usaha kelontongnya, Kornelis juga mendapat insentif sebagai agen BRILink yang melayani transfer, simpan uang, hingga tagihan listrik.

Selain menabung, menurutnya banyak warga di sekitarnya yang memanfaatkan layanan transfer untuk mengirim uang kepada anak-anak mereka yang berkuliah atau sekolah di daerah lain.

"Kalau dari Manggarai ini rata-rata anak-anak di luar, di Surabaya, Denpasar, Yogya, Jakarta, Semarang, Makassar untuk kuliah," kata Kornelis.

Menyambi sebagai agen BRILink, Kornelis mengaku bisa mendapatkan omzet hingga Rp 18 juta per bulan. Sementara sebelumnya jika hanya mengandalkan toko kelontong, omzetnya maksimal Rp 12 juta saja per bulan.

"Kalau sesepi-sepinya dapatlah Rp 6 juta sampai Rp 12 juta kalau ramai. Tapi sesudah jadi agen (BRILink) dapatlah kita Rp 18 juta ke atas. Lumayan lah usaha kiosnya," tuturnya.

Hasil lain yang didapat dari usahanya itu, Kornelis kini sudah bisa membeli sebidang tanah. Meski tak menyebut luasnya, menurut Kornelis tanah itu cukup untuk membangun rumah. Selain itu dia juga bisa menguliahkan anaknya.

"Kami bisa merawat aset tetap seperti tanah, anak kami bisa sekolah, kuliah di Denpasar di STIKI," pungkasnya. Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com