Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 14:03 WIB

2 Hal yang Bikin Peringkat Utang RI Naik versi BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Lembaga pemeringkat global, Standard and Poor's (S&P) mengumumkan sovereign credit rating Indonesia naik dari BBB-/Outlook Stabil menjadi BBB/Outlook Stabil. Salah satu alasannya adalah pengumuman hasil penghitungan komisi pemilihan umum (KPU) yang menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memenangkan Pilpres.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan kenaikan rating dari lembaga pemeringkat internasional seperti S&P terjadi karena Indonesia memiliki prospek ekonomi yang baik untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Selain itu, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia akan semakin meningkat. Hal ini juga dibarengi dengan kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah dan kebijakan moneter yang dilakukan oleh BI.

"Alhamdulillah ada dua hal yang menonjol dari kenaikan rating ini, alhamdulillah ini adalah karunia Allah yang betul-betul sangat besar terhadap Indonesia. Kemudian confidence S&P terhadap prospek ekonomi Indonesia itu baik," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Dia menyampaikan, saat ini kebijakan yang diambil oleh pemerintah seperti reformasi struktural berjalan dengan baik. Kemudian, bagaimana cara pemerintah mendorong ekspor, dan kemudian mendorong industri dalam negeri, mendatangkan modal asing hingga memperbaiki iklim investasi.

"Hal-hal tersebut yang menunjukkan kepercayaan dari lembaga pemeringkat seperti S&P sehingga menaikkan peringkat Indonesia. Menurut Perry BI meyakini prospek perekonomian Indonesia akan lebih baik karena kredibilitas kebijakan yang diambil juga sangat kuat," ujar dia.



Sebelumnya keterangan S&P menyebutkan bahwa pemilu Indonesia baru-baru ini telah memberikan Presiden Widodo mandat baru, meskipun penantang Prabowo Subianto terus membantah hasil pengumuman tersebut.

S&P juga memperhatikan proses pengaduan pihak Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu munculnya kerusuhan atas hasil pengumuman KPU juga tak luput menjadi pertimbangan S&P. S&P juga menilai Indonesia menunjukkan peningkatan selama 5 tahun terakhir dalam berbagai bidang. Dengan kemenangan Jokowi, dipercaya upaya untuk meningkatkan capaian itu akan berlanjut.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed