Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 01 Sep 2019 08:34 WIB

Lipsus Pembayaran Tanpa Kartu

Gaya Bayar Zaman Now: No Card No Cry

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Ilustrasi foto Foto: detikInet
FOKUS BERITA No Card No Cry
Jakarta - "Gue mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone," gumam Kevin (27) seorang pegawai swasta yang berkantor di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan. Dia beralasan karena semua bisa dilakukan di ponsel, termasuk transaksi bayar membayar bisa semakin mudah dengan aplikasi di ponsel pintar.

Misalnya, untuk transportasi dari kos di kawasan Setiabudi ke kantor ia menggunakan layanan ojek online yang pembayarannya menggunakan dompet digital. Kemudian untuk membeli makanan biasanya ia menggunakan fitur pesan antar dari layanan ojek online tersebut. Kalaupun ia harus membeli langsung, ia akan mencari toko yang bisa menerima pembayaran menggunakan layanan QR code.

"Ya supaya simpel aja, lagipula mereka (penyedia emoney/dompet elektronik) suka kasih cashback juga. Cari yang efisien aja, nggak ribet pakai uang kembalian apalagi dikasih permen," tambah kala berbincang dengan detikFinance pekan lalu.

Selain Kevin, Regi (28) pegawai swasta ini juga semakin jarang menggunakan uang tunai atau kartu untuk bertransaksi. Regi mengatakan ia bisa lebih mudah mengatur arus keluar masuk keuangan tanpa uang tunai atau kartu. Sekadar informasi, Regi sudah menutup kartu kreditnya sejak 5 bulan lalu.

Namun, kini ia memiliki akun aktif PayLater di salah satu penyedia jasa dompet elektronik dengan limit Rp 5.000.000. Cara kerja PayLater ini hampir mirip dengan kartu kredit. Jadi transaksi dulu, baru bayar tagihan kemudian. Ia menggunakan limit ini untuk membeli tiket pesawat dan hotel atau kebutuhan liburannya.

"Sama sih kayak kartu kredit, tapi ini nggak ada fisiknya aja. Tagihannya tetap sama, bisa dibikin cicilan per bulan juga dan bisa dibayar satu bulan setelah transaksinya. Lebih enak aja, nggak perlu masukin nomor kartu atau CVV segala. Ya memang dia ada biaya layanan, tapi sama lah kalau kartu kredit ada biaya tahunan juga," imbuh dia.

Kemudian, Retno (24) salah satu pegawai swasta mengatakan ia bahkan saat ini tak memiliki dompet seperti orang pada umumnya. Untuk kartu identitas seperti KTP dan kartu pengenal perusahaan ia selipkan di lanyard atau tempat id card yang menggantung di leher.

Ia memiliki pouch yang disiapkan untuk menyimpan uang receh kertas maupun koin. "Biasanya kalau bayar-bayar ya pakai QR code aja atau uang elektronik. Tapi kalo butuh uang tunai, nggak ada kartu biasa ambil di ATM pakai fitur tarik tunai. Segampang itu sih sekarang, nggak perlu repot kalau lupa taro kartu, atau kartu hilang. Yang penting handphone aman," jelas dia. (kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com