Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 11:49 WIB

Hasil Temuan BPK: Asabri Investasi Saham Berisiko

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Gedung Asabri/Foto: Hasan Al Habshy Gedung Asabri/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit pada keuangan PT Asabri (Persero) di tahun 2016. Dari pemeriksaan tersebut, BPK menemukan masalah pada pengelolaan investasi.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi mengatakan, temuan BPK saat itu ialah Asabri harus melakukan perbaikan pada investasinya. Sebab, ada saham-saham berisiko dan tidak likuid.

"Iya, Asabri harus melakukan perbaikan terhadap investasinya karena ada saham-saham yang beresiko dan tidak likuid," katanya kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

Dia melanjutkan, setelah itu Asabri mulai melakukan perbaikan pada investasinya. Namun, belum semua dilakukan.

"Pada saat pemeriksaan Asabri sudah menindaklanjuti dengan mengganti dengan aset terhadap saham-saham yang beresiko, tapi masih belum semua," ujarnya.



Menurutnya, yang bertugas memantau investasi Asabri ialah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantaran, Asabri melaporkan portofolio investasinya ke OJK tiap bulan.

"Sehingga menjadi tugas OJK untuk memantau dan memperbaikinya. Karena mereka melaporkan portofolio investasinya ke OJK setiap bulan," terangnya.

Achsanul menambahkan, dari sisi likuiditas Asabri masih aman. Lantaran, Asabri masih terus menerima premi.

"Namun dari sisi likuiditas Asabri aman, karena menerima premi Rp 1 triliun per tahun dari TNI dan Polri," tutupnya.



Simak Video " BPK Ungkap Praktik Kongkalikong di Kasus Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com