Deretan Korban Hanson: dari Jiwasraya Hingga Investor Asing

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 06 Feb 2020 13:11 WIB
Benny Tjokro
Foto: Benny Tjokro (CNBC)/Deretan Korban Hanson
Jakarta -

PT Hanson Internasional Tbk (MRYX) banyak memakan korban yang mengalami kerugian. Terbaru, ialah Manajer investasi PT Emco Asset Management dikabarkan tak bisa melayani pencairan dana (redemption) investor untuk sementara waktu.

Di sini, Hanson Internasional punya peran karena sahamnya dikoleksi oleh reksa dana Emco. Karena saham Hanson Internasional tersebut, Emco akhirnya mengalami gagal bayar terhadap nasabahnya.

Kasus seperti ini banyak menghampiri Hanson Internasional beberapa waktu terakhir. Nama perusahaan Hason Internasional terus mencuat ke publik sejak dikaitkan dengan kondisi gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tak selesai di Jiwasraya, masalah yang berhubungan dengan Hanson Internasional melebar kemana-mana.

Kini, Presiden Direktur Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro alias Bentjok sudah ditetapkan jadi tersangka karena kasus-kasus perusahaannya. Sekarang ia sedang ditahan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan menjalani proses hukum.

Meski Bentjok sudah ditahan, namun para nasabah Hanson International Tbk yang bermasalah terus bermunculan. Mereka tidak hanya investor domestik, ada juga investor asing. Siapa saja yang yang sudah menjadi korban Hanson Internasional? berikut rangkumannya.

1. Jiwasraya

Perusahaan asuransi pelat merah ini mengalami rugi bekasan triliun karena salah penempatan investasi. Jiwasraya disebut menempatkan investasi sahamnya di perusahaan milik Bentjok, yakni Hanson Internasional.

Karena hal ini, Jiwasraya gagal menjalankan kewajibannya untuk membaya klaim polis para nasabahnya. Jiwasraya juga dinilai melanggar prinsip kehati-hatian dalam hal berinvestasi.

Kasus Jiwasraya ini yang akhirnya membuat Bentjok ditahan oleh Kejagung. Selain Benny Tjokro, Kejagung menahan 4 orang lainnya, termasuk eks dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim.

2. Asabri

Selain Jiwasraya, Hanson Internasional juga membuat masalah di BUMN Lain, yakni PT Asabari (Persero). Masalah Hanson Internasional di Asabri ini mencuat tak lama setelah ramai kasus Jiwasraya.

Manajemen PT Asabri (Persero) mencatat penurunan aset karena penempatan investasi pada saham dan reksa dana. Penurunan aset lantaran penempatan investasi pada grup usaha Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro dan Heru Hidayat.

Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja memaparkan pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) mengalami penurunan aset. Total aset dalam pengelolaan program tersebut tercatat Rp 19,4 triliun pada 2018, kemudian dalam laporan keuangan 2019 yang belum diaudit menjadi Rp 10,6 triliun.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2