Satu demi Satu 'Borok' Koperasi Indosurya Terbongkar

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2020 10:00 WIB
rupiah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Para nasabah atau anggota dan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta atau Indosurya Simpan Pinjam (ISP) kemarin diundang Komisi VI DPR untuk melakukan rapat dengan pendapat. Mereka mencurahkan keluh kesahnya.

Rapat dibuka dengan penjelasan dari pihak nasabah ISP. Salah satu nasabah menjelaskan kronologi gagal bayar ISP. Awalnya pada 10 Februari 2020, mulai terjadi gagal bayar di ISP. Namun saat itu hanya menimpa beberapa nasabah dalam lingkup yang kecil.

Kemudian pada 10-12 Februari, manajemen ISP masih mengadakan acara perayaan Imlek di Sun City, Jakarta dengan mengundang para nasabah. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Lalu pada 24 Februari 2020 beberapa nasabah mulai menerima surat dari koperasi Indosurya bahwa uang di deposito atau simpanan tidak bisa dicairkan. Uang itu baru bisa diambil 6 bulan sampai 4 tahun tergantung nominal aum.

Kemudian pada 7 Maret, para nasabah mengaku menerima pemberitahuan via WA bahwa nasabah bisa menarik tabungan mereka mulai 9 maret 2020 dengan batas pengambilan Rp 1 juta per nasabah.

Setelah itu pada 12 maret 2020 nasabah menerima undangan untuk bertemu dengan pihak ISP. Pada pertemuan tersebut setiap nasabah diminta memilih opsi pembayaran yang diinginkan, opsi tersebut tergantung AUM dari setiap nasabah dengan tempo pembayaran antara 3-10 tahun.

Setelah menjelaskan kronologi itu, mereka mulai mengungkap 'keborokan' koperasi ISP.

Corona menguasai bumi akibatkan sejumlah hewan bebas keluar

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4