OJK Pastikan 13 Manajer Investasi Tersangkut Jiwasraya Masih Operasi

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 19:15 WIB
Infografis Jiwasraya
Foto: Tim Infografis/Mindra Purnomo
Jakarta -

Kejaksaan Agung telah menetapkan 13 manajer investasi sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Lalu bagaimana nasib 13 perusahaan itu?

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo menegaskan, 13 perusahaan manajer investasi itu hingga saat ini masih beroperasi seperti biasa. Belum ada keputusan untuk menghentikan operasional mereka.

"Mengenai penetapan 13 Manajer Investasi menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya, sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung," ujarnya, Kamis (25/6/2020).

Sebelumnya, penyidik Kejagung menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya. Hari menyebut ke-13 korporasi disebut sebagai manajer investasi.

"Penetapan tersangka tersebut yang pertama terhadap 13 korporasi atau di dalam peraturan OJK disebut manajer investasi jadi ada 13 korporasi," kata kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, kepada wartawan di Gedung Bundar, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2020).

Selain itu Kejaksaan Agung juga menetapkan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II a OJK periode Januari 2014-2017 berinisial FH sebagai tersangka.

Hari mengatakan tersangka FH dan 13 manajer investasi tersebut disangkakan melakukan tindak pidana pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Jadi 13 manajer investasi ini diduga melakukan tindak pidana Pasal 2 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tipikor," kata Hari.

Berikut daftar 13 manajer investasi tersebut:

1. DMI (PT Danawibawa Manajemen Investasi atau PAN Arkadia Capital)
2. OMI (PT OSO Manajemen Investasi)
3. PPI (PT Pinacle Persada Investasi)
4. MD (PT Milenium Danatama)
5. PAM (PT Prospera Aset Manajemen)
6. MNCAM (PT MNC Aset Manajemen)
7. MAM (PT Maybank Aset Manajemen)
8. GC (PT GAP Capital)
9. JCAM (PT Jasa Capital Aset Manajemen)
10. PA (PT Pool Advista)
11. CC (PT Corfina Capital)
12. TII (PT Trizervan Investama Indonesia)
13. SAM (PT Sinarmas Aset Manajemen)



Simak Video "Tersangka Kasus Abaikan OJK Sadikin Aksa Batal Penuhi Panggilan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)