Jokowi akan Kembalikan Pengawasan Bank ke BI?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 17:00 WIB
Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN ke-36 secara virtual.
Jokowi akan Kembalikan Pengawasan Bank ke BI?
Jakarta -

Sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lahir pada 2013 lalu, pengawasan perbankan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Namun setelah OJK lahir, BI praktis hanya memiliki kewenangan sebagai pembuat kebijakan moneter.

Namun, muncul kabar kewenangan regulator dan pengawasan perbankan akan dikembalikan dari OJK ke BI. Kabarnya ide itu sudah dipikirkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi dikabarkan tengah mempertimbangkan mengembalikan peran itu ke BI karena ketidakpuasan akan kinerja OJK selama pandemi. Hal tersebut disampaikan oleh dua orang sumber yang diberi pengarahan tentang masalah ini, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2020).

OJK didirikan berdasarkan undang-undang tahun 2011 untuk mengawasi lembaga keuangan. OJK dibentuk dengan best practice dari struktur regulasi jasa keuangan Inggris saat itu. Sumber menyebutkan, Indonesia saat ini tengah melihat Prancis, yang memiliki otoritas administratif independen di bawah bank sentral yang mengawasi perbankan.

"BI sangat senang tentang ini. Tetapi akan ada tambahan untuk KPI (key performance indicator), akan diberitahu untuk tidak hanya menjaga mata uang dan inflasi, tetapi juga pengangguran," kata sumber.

Baik BI maupun juru bicara Presiden tidak menanggapi mengenai hal ini. Seorang juru bicara OJK menolak berkomentar pada saat ini tentang kemungkinan transfer otoritas pengaturan.

Juru bicara OJK mengatakan OJK mulai mendesak bank untuk merestrukturisasi pinjaman pada 26 Februari, dan memperkenalkan insentif pada akhir 16 Maret, sehingga mencegah perlunya bank untuk menyiapkan ketentuan yang cukup besar untuk kredit macet.

Perkembangan terjadi ketika pemerintah menegosiasikan bantuan bank sentral untuk mendanai defisit fiskal yang membengkak karena dampak COVID-19. Pada rapat kabinet 18 Juni, Presiden Jokowi mengatakan dia akan merombak kabinetnya atau membubarkan badan-badan pemerintah jika dia merasa mereka tidak berbuat cukup mengatasi krisis yang disebabkan oleh pandemi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Data Nasabah KreditPlus Bocor dan Dijual, Begini Respons OJK"
[Gambas:Video 20detik]