Bank Mandiri Salurkan Kredit Pemulihan Ekonomi Rp 12,05 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 18:04 WIB
Petugas melalukan penyemprotan disinfektan di Kantor Bank Mandiri Cabang Thamrin, Jakarta, Senin (16/3/2020). Penyemprotan ini dilakulan guna mencegah penyebaran virus corona.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk mencatat realisasi penyaluran kredit produktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 17 Juli 2020 telah mencapai Rp 12,05 triliun kepada 14.582 debitur. Dari realisasi tersebut, lebih dari 99% penerima merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan jumlah debitur sebanyak 14,565 debitur.

Kemudian penyaluran kredit produktif program PEN kepada segmen corporate dan commercial mencapai Rp9,06 triliun kepada 17 debitur.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menjelaskan, Bank Mandiri berkomitmen untuk membantu pemerintah membangkitkan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi coronavirus.

Perseroan juga telah memberikan komitmen untuk menyalurkan kredit produktif program PEN hingga Rp 21 triliun atau lebih dari dua kali lipat dari dana penempatan pemerintah di Bank Mandiri sebesar Rp 10 triliun, dalam periode tiga bulan hingga September 2020.

"Meski debitur segmen wholesale, baik corporate banking dan commercial banking membukukan penyaluran kredit PEN yang cukup besar, kami memastikan bahwa debitur ini memiliki multiplier effect yang besar, baik karena mampu menyerap banyak tenaga kerja ataupun karena ikut mendukung pencapaian target ketahanan pangan nasional," kata Donsuwan dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/7/2020).

Dia mengungkapkan di segmen UMKM porsi penyaluran kredit produktif termasif dilakukan pada segmen produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 9.896 debitur dengan portofolio Rp806 miliar. Kemudian segmen produk Kredit Usaha Mikro (KUM) kepada 3.821 debitur dengan baki debet Rp 138,6 miliar dan segmen produk Small Medium Enterprises (Usaha Kecil & Menengah /UKM) sebanyak 821 debitur senilai Rp 2,03 triliun.

Selanjutnya
Halaman
1 2