Eks Kadiv Jiwasraya: Divonis Bui Seumur Hidup, Apartemen Disita

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 15:55 WIB
Selain, eks Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, Kejagung juga menahan Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan dan Heru Hidayat.
Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Syahmirwan juga dituntut penjara seumur hidup. Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo juga dituntut sama.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menilai Syahmirwan terbukti bersalah dalam kasus korupsi Jiwasraya dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 16 triliun.

Tuntutan tersebut berdasarkan dakwaan primer dari Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kekayaan Syahmirwan

Dikutip dari laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syahmirwan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 2017 silam dengan mencantumkan jabatannya sebagai General Manager Produksi dan Keuangan di Jiwasraya. Total, Syahmirwan memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 22.383.388.865.

Dengan rincian, akumulasi tanah dan bangunan miliknya sebanyak Rp 7.474.850.000, alat transportasi dan mesin sebanyak Rp 501.000.000. Kemudian, harta bergerak lainnya sebanyak Rp 33.000.000, surat berharga Rp 5.394.890.000, kas dan setara kas Rp 7.075.639.594, dan harta lainnya berjumlah Rp 2.000.000.000. Ia juga tercatat memiliki utang sebanyak Rp 95.990.729.

Suap yang Diterima

Berikut ini rincian suap dan gratifikasi yang pernah diterima Syahmirwan dalam kasus ini:

1. Uang dan saham seluruhnya sebesar Rp 4.803.200.000 dari Heru Hidayat dan Benny Tjokro Saputro yang terdiri atas uang sebesar sebesar Rp 3,8 miliar dan saham PCAR 220.000 lembar senilai Rp 4.580 per lembar pada 26 Februari 2019 senilai Rp 1.003.200.000.

2. Paket permainan golf di Bangkok pada 2018 untuk 5 paket senilai total Rp 100 juta yang satu paketnya senilai Rp 20 juta terdiri dari perjalanan pulang pergi Jakarta - Bangkok, transportasi, akomodasi selama 3 hari 2 malam termasuk makan dan paket bermain golf.

3. Fasilitas hotel Mandarin Singapura 17-21 Desember 2019 untuk Syamirwan dan keluarga SGD 160 dibayar Joko Hartono Tirto.

4. Fasilitas berupa rafting di Sungai Kulonprogo Magelang, Yogyakarta, dari PT Pool Advista Asset Management pada 2017 senilai total Rp 70 juta. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 7 orang dari Divisi Investasi PT AJS.

5. Fasilitas berupa permainan golf dan karaoke di Lombok dari PT Poll Advista Asset Management pada 2014, yang terdiri dari tiket pulang pergi Jakarta-Lombok, transportasi, akomodasi dan makan selama 3 hari 2 malam, serta bermain golf dan karaoke di Lombok.

6. Fasilitas karaoke ke Lombok dari PT Pool Advista Asset Management pada akhir 2017 selama 3 hari 2 malam menginap di Hotel Novotel Lombok.

7. Fasilitas berupa perjalanan ke Hong Kong dari PT Pool Advista Asset Management, yaitu membiayai kegiatan selama 3 hari 2 malam, dimana tiket transportasi dan akomodasi dipesan melalui Aero Travel.

8. Fasilitas liburan ke Jepang dari Joko Hartono Tirto pada Maret 2013 untuk Syamirwan dan keluarga selama seminggu bersama Joko Hartono Tirto.

9. Mendapat fasilitas liburan ke Jepang pada Desember 2014 selama seminggu bersama Joko Hartono Tirto.

10. Fasilitas akomodasi dan transportasi ke Bangka-Belitung pada 2016 yang diikuti karyawan PT AJS Investasi sebanyak 25 orang.

11. Mendapat perjalanan dari Heru Hidayat visit site tambang Gunung Bara Utama pada Mei 2014.

Aset yang Disita

Atas vonis tersebut Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memerintahkan jaksa penuntut umum merampas sebagian aset milik para terdakwa kasus Jiwasraya termasuk Syahmirwan.

Adapun aset Syahmirwan yang dituntut jaksa agar dirampas adalah:

1. Mobil Honda CR-V warna hitam

2. Dua kunci kamar 2101 Apartemen Taman Melati Depok

3. Jam tangan G-Shock warna hijau

4. Handphone iPhone X

5. Satu unit tanah beserta bangunan seluas 240 meter persegi

6. Seluruh isi dalam rekening efek dengan SID atas nama Syahmirwan

(ara/ara)