Babak Baru Gagal Bayar Indosterling: Cicil Utang Mulai Desember

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 06:30 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Indosterling Optima Indonesia (IOI) meminta agar para kreditur korban gagal bayar produk investasinya tidak membawa masalah ke jalur hukum pidana. Seperti diketahui, produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN) mengalami gagal bayar sejak April lalu.

Pengacara IOI dari HD Law Firm, Hardodi mengatakan kliennya meminta pengertian kepada kreditur untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan membayar hasil investasi yang sempat terhambat.

"Kami berharap kepada para kreditur untuk tetap bekerja sama sehingga kewajiban kami, klien kami, bisa dipenuhi. Kalau sepaham dan setuju dan saling percaya, dan memberikan klien kami waktu dan ruang untuk bekerja maksimal. Maka yang HYPN ini semua kewajibannya bisa diselesaikan," kata Hardodi dalam konferensi pers di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020).

Dia menyatakan upaya hukum pidana akan menghambat proses pembayaran yang dilakukan oleh kliennya.

"Harapan kami kreditur jangan dulu melakukan upaya hukum lain kayak pidana, klien kami akan sulit bekerja. Kalau bisa bekerja kan ada upaya percepatan," ujar Hardodi.

"Kalau bisa yang sudah dilaporkan dicabut saja," katanya.

Hardodi juga mengungkapkan pihaknya akan mulai melakukan pembayaran hasil investasi mulai Desember 2020. Bagaimana skemanya?