Biar Nggak Apes! Ini 7 Tips Aman Transaksi via Online dari OJK

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 15:35 WIB
Transaksi online
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Transaksi online sedang marak dengan tumbuhnya berbagai layanan digital. Namun di balik kemudahannya, transaksi online juga menyimpan risiko yang bisa bikin rugi.

Oleh karena itu masyarakat diimbau senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola nomor telepon seluler yang dipakai dan menjaga kerahasiaan pribadi. Itu penting agar jejak digital keuangan tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan.

Pasalnya kejahatan digital selalu saja mengintai, apabila masyarakat tidak responsif dalam bertransaksi secara aman di era saat ini. Lantas bagaimana cara agar aman bertransaksi secara aman?

"Aktifkan fitur notifikasi transaksi di SMS atau email dan selalu pantau transaksi yang muncul," ujar Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Jarot dikutip dari akun Instagram resmi OJK, Senin (30/11/2020).

Setidaknya ada 7 tips aman bertransaksi keuangan secara online dari OJK yang perlu diketahui dan dilakukan oleh masyarakat. Berikut di antaranya:

1. Rahasiakan PIN/OTP

Jangan memberikan PIN/OTP kepada siapapun, termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank. Sebab, bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen atau nasabah. Jadi kebijakan masyarakat dalam bertransaksi penting diperhatikan secara pribadi.

2. Ganti Password/PIN Berkala

Rutinlah mengganti PIN atau password secara berkala agar terhindar dari peretasan. Hal ini penting untuk meminimalisir celah adanya peretasan, sehingga akun keuangan nasabah bisa tetap aman dari pembobolan.

3. Gunakan Jaringan yang Aman

Hindari akses menggunakan akses wifi publik ketika melakukan transaksi keuangan. Hanya gunakan jaringan internet yang aman dan pastikan selalu logout, setelah selesai bertransaksi.

4. Aktifkan Notifikasi

Aktifkan notifikasi transaksi baik melalui layanan pesan singkat (SMS) atau email. Selalu pantau notifikasi yang muncul. Jika ada yang mencurigakan segera hubungi bank.

5. Hapus Jejak Keuangan

Apabila ingin mengganti atau menjual ponsel, atau komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat lama sudah terhapus dengan benar, sebab bisa saja pelaku mengambil identitas keuangan kita dari jejak ponsel kita sebelumnya.

6. Unduh Aplikasi dan Situs Resmi

Pastikan mengunduh aplikasi atau mengakses internet banking hanya pada situs bank yang resmi. Jangan menggunakan aplikasi pihak ketiga, sebab tingkat keamanannya belum diketahui pasti. Hal ini juga untuk meminimalisir pembobolan data pribadi.

7. Lapor ke Operator

Jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera laporkan ke perusahaan penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning SIM card.

Itulah 7 tips aman bertransaksi secara online. Anda patut waspada terhadap setiap keamanan dan akses terhadap akun pribadi. Bisa jadi pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk menyebabkan kerugian.

(prf/hns)