Tidak di Indonesia, Dinar-Dirham Dipakai Transaksi Negara-negara Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 15:10 WIB
Ilustrasi koin emas
Foto: Istock
Jakarta -

Rupiah menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Pasal 23 B UUD 1945 jo tentang penggunaan rupiah sebagai satu-satunya mata uang yang sah di Indonesia. Dengan kata lain, penggunaan uang selain rupiah seperti dinar dan dirham, dilarang di Indonesia.

"BI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan alat pembayaran selain rupiah. Dalam hal ini kami menegaskan bahwa dinar, dirham atau bentuk-bentuk lainnya selain uang Rupiah bukan merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," tegas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran persnya ditulis Senin (1/2/2021).

Baru-baru memang viral Pasar Muamalah di Depok bertransaksi menggunakan koin dinar dan dirham. Belakangan pemilik lahan pasar tersebut menjelaskan istilah dinar dan dirham yang digunakan di Pasar Muamalah tak merujuk mata uang asing.

Meski tak diakui sebagai mata uang yang sah di Indonesia, dalam penelusuran detikcom dari berbagai sumber, dinar dan dirham diakui oleh sejumlah negara sebagai alat pembayaran.

Satuan mata uang dinar digunakan di beberapa negara Timur Tengah, di antaranya Aljazair, Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Libya, dan Tunisia, serta Serbia.

Sementara negara yang menggunakan satuan mata uang dirham adalah, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Armenia.



Simak Video "Langkah Dinar Candy Agar Kasus Berbikini di Jalan Berakhir Damai"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)