Bunga Kredit Masih Selangit, Airlangga: Kita Komunikasikan ke Bank

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 19:37 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pemerintah mengakui suku bunga kredit di perbankan masih selangit alias tinggi. Padahal suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini sudah berada di level terendah yakni 3,5%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai suku bunga kredit perbankan itu masih jauh dari seharusnya. Dia meminta perbankan agar kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) bisa ditransmisikan lebih cepat kepada konsumen agar permintaan kembali naik.

"Kita akan komunikasikan karena memang salah satu yang diminta kepada perbankan agar penurunan suku bunga BI dan lending rate bisa ditransmisikan kepada konsumen," kata Airlangga dalam Press Statement Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, Senin (1/3/2021).

Saat ini, dia melihat spread suku bunga kredit dan suku bunga acuan dari BI masih lebar. "Walaupun single digit, tetapi masih di atas 9,75%. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal itu menjadi salah satu pembicaraan penting dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang meliputi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Pembahasan di BI, OJK, dan LPS akan makin meneliti proses pembentukan dari penetapan lending rate di masing-masing bank," ungkap Sri Mulyani.

KSSK, kata Sri Mulyani juga akan menelusuri sisi efisiensi dari sektor keuangan yang dinilai banyak pihak sebagai biang kerok tingginya bunga perbankan di Indonesia.

"Konteks ini antara satu sisi melihat setiap bank berbeda-beda dan lihat semacam prediktabilitas dari policy rate tercermin relatif umum dari lending rate yang mencerminkan bunga turun yang tajam dalam beberapa tahun terakhir. Ini akan kita bahas dalam forum KSSK kita," paparnya.

(aid/zlf)